
JoSS, JOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkaji pembangunan grosir pangan di wilayah ini. Hal itu dilakukan guna memangkas rantai distribusi pangan dari produsen ke konsumen sehingga harga komoditas bisa lebih murah.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan panjangnya rantai distribusi pangan dari produsen ke konsumen membuat harga di tingkat konsumen semakin tinggi.
Sebaliknya, harga yang didapat produsen sangat kecil. Jika dihitung ada sembilan titik rantai distribusi dalam penyaluran komoditas dari produsen hingga konsumen. Rantai distribusi ini terlalu panjang dan merugikan baik produsen maupun konsumen.
“Pembangunan Grosir Pangan DIY masih dikaji. Kami masih butuh referensi. Kami prioritaskan akses ke pedagang kecil dan akan ada pembatasan per hari mereka bisa ambil berapa. Tujuannya untuk memotong rantai distribusi yang panjang. Kalau bisa nanti ada pusat grosir di setiap kabupaten dan kota,” katanya, belum lama ini.
Dia menuturkan, Dalam perencanaan yang disusun, seluruh barang di pusat grosir akan didatangkan langsung dari produsen. Namun, untuk mewujudkan hal itu perlu kajian yang mendalam untuk menyiapkan bahan, potensi, dan apakah mungkin diwujudkan.
Jika lancar dan mendapatkan persetujuan, tidak menutup kemungkinan rencana ini bisa diwujudkan pada 2021. “Kami juga melihat lokasi yang cocok di mana dan status kelembagaan seperti apa,” kata dia, seperti dikutip di HarianJogja.com.
Baca juga: Pemda DIY: WNI Berhak Tinggal Di Mana Saja
Selain itu, hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kestabilan pangan adalah sarana distribusi atau pengangkutan. Menurutnya, persoalan kestabilan bahan pangan tak hanya di sisi stok, tetapi juga dari sisi angkutan.
“Kami ingin memudahkan masyarakat. Ketika banyak membangun titik pusat ekonomi masyarakat seperti rumah pangan kita, saya kira akan lebih memudahkan. Kami ingin tata hulu dan hilir,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Aries Riyanta, mengatakan kestabilan bahan pangan dan harga juga menjadi perhatian utama. Untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan, Disperindag bekerja sama dengan Bulog menggelar pasar murah di halaman Disperindag DIY setiap Jumat.
“Pasar murah kami gelar setiap Jumat. Kami berharap upaya ini bisa membantu untuk mengendalikan harga. Akan ada operasi pasar juga tetapi tergantung kondisi di lapangan,” tutur dia. (lna)

Leave a Reply