KPU Gianyar dan Denpasar Musnahkan Ratusan Lembar Surat Suara Rusak Hingga Lecek

KPU Gianyar
Surat suara rusak | Foto: republika

JoSS, BALI – KPU Gianyar memusnahkan 298 lembar surat suara yang rusak, cacat, dan yang lecek. Pemusnahan dilakukan sebelum hari pemungutan suara di Kantor KPU Gianyar, Selasa (16/4), pukul 14.30 Wita.

Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, kategori surat suara yang dimusnahkan di antaranya, surat presiden sebanyak 171 lembar, dan surat suara anggota sebanyan 127 lembar, totalnya sebanyak 298 lembar surat suara.

Tampak hadir, perwakilan dari polres Gianyar, Bawaslu Kabupaten Gianyar. Pemusnahan dilakukan terhadap surat suara presiden dan wakil presiden dan surat suara DPR RI.

Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Suguna menambahkan, pemusnahan dilakukan terhadap surat suara yang rusak, bercak, robek dan lecek. Serta dilakukan setelah penyortiran, pelipatan dan rekapitulasi jumlah surat suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, surat suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kabupaten Gianyar.

Sementara pada hari yang sama, KPU Kota Denpasar memusnahkan ratusan surat suara yang rusak dan kelebihan. Total ada 572 surat suara yang dimusnahkan.

Baca juga: Desa Adat di Bali Butuh Alokasi Anggaran

“Jadi hari ini kami melaksanakan pemusnahan surat suara terkategori rusak atau cacat dan kelebihan. Di H-1 sebanyak 572 surat suara yang kami musnahkan karena rusak, cacat, dan kelebihan proses ini dilakukan di KPU Denpasar mengundang Bawaslu Denpasar,” kata Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, di kantornya, Jalan Raya Puputan Renon, Panjer, Denpasar, Bali, seperti yang dilansir dari detik.com, Selasa (16/4).

Wayan mengatakan, surat suara yang dimusnahkan itu merupakan kertas suara pemilihan legislatif. Dia memastikan tak ada kerusakan di surat suara pilpres.

“Surat suara pilpres tidak ada yang rusak dan jumlahnya terpenuhi. Selama proses distribusi surat suara presiden-wapres ternyata surat suara yang kita terima sudah cukup dan pas jumlahnya, yang rusak ditarik oleh pihak percetakan,” terangnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*