Indonesia Jabat Presiden Dewan Keamanan PBB

JoSS, JAKARTA – Indonesia akan menjabat Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selama Mei 2019. Selama memimpin, RI akan mengambil tema investasi dalam bidang perdamaian, meningkatkan keamanan dan kinerja pasukan perdamaian PBB.

Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdaningtyas mengatakan tema ini diambil karena misi perdamaian PBB masih merupakan cara paling kuat dari Dewan Keamanan untuk berkontribusi pada perdamaian dan keamanan internasional. Selain itu, kehadiran PBB di beragam wilayah konflik diwakili oleh pasukan perdamaian.

Sementara itu terkaitjabatan presiden Dewan Keamanan PBB memang digilir setiap bulan sesuai abjad. Sejak awal tahun ini, beberapa negara telah memimpin yang dimulai oleh Republik Dominika, Guinea Khatulistiwa, Perancis, dan Jerman.

Setelah Indonesia, Presiden DK PBB akan dipegang oleh Kuwait, Peru, Polandia, Rusia, Afrika Selatan, Inggris, dan AS.

“Indonesia mendapat giliran selama Mei setelah sepanjang bulan ini jabatan presiden Dewan Keamanan PBB dipegang oleh Jerman,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (26/4).

Baca juga: Ternyata 350 Panser Anoa Bikinan Pindad Telah Digunakan PBB

Seperti diketahui, pada tahun lalu, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, setelah mendapatkan 144 suara di pertemuan Majelis Umum PBB. Indonesia terpilih menjadi anggota DK PBB untuk masa jabatan 2019-2020.

Presiden DK PBB merupakan kepala delegasi dari negara anggota DK PBB, yang bertugas memimpin rapat, mengawasi krisis, membuat pernyataan pencapaian, dan sebagainya.

Sebagai informasi, DK PBB terdiri dari 15 negara anggota, yang terbagi menjadi lima negara anggota tetap, yakni AS, Inggris, Perancis, China dan Rusia, serta 10 negara anggota tidak tetap.

Untuk negara anggota tidak tetap dipilih masing-masing lima negara setiap tahunnya melalui pemungutan suara Majelis Umum PBB dan akan menjabat selama dua tahun.

dia menjelaskan pada 7 Mei, lanjut Grata, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan memimpin sidang terbuka Dewan Keamanan untuk membahas tema Investasi Dalam Bidang Perdamaian, Meningkatkan Keamanan dan Kinerja Pasukan Perdamaian PBB.

Debat terbuka ini akan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Indonesia juga akan mengundang sejumlah komandan pasukan perdamaian PBB yang tengah menjalankan tugasnya untuk meminta masukan dan saran.

Retno Marsudi juga akan membuka pameran foto berjudul “Investasi Dalam Bidang Perdamaian” pada 6 Mei. Pameran foto ini digelar di Markas Besar PBB di New York hingga 17 Mei. Pameran foto ini bertujuan menampilkan kontribusi Indonesia dan mendorong dan menciptakan perdamaian serta pembangunan dunia.

Kemudian, pada 9 Mei, Retno Marsudi akan memimpin diskusi informal Dewan Keamanan mengenai Palestina. Diskusi informal ini akan difokuskan pada upaya-upaya untuk mencari solusi guna mendorong diimplementasikannya Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2334 tentang Permukiman Ilegal Yahudi.

Sebagai Presiden Dewan Keamanan, Indonesia selama Mei akan menginisiasi sejumlah kegiatan termasuk menggelar debat terbuka soal perlindungan warga sipil di daerah konflik pada 23 Mei. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*