Ternyata 350 Panser Anoa Bikinan Pindad Telah Digunakan PBB

Panser anoa
Panser anoa | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Kendaraan tempur jenis Panser anoa yang diproduksi oleh PT Pindad (persero) telah menembus pasar luar negeri. Bahkan 350 unit panser anoa bikinan anak bangsa ini sudah digunakan oleh tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengaku bangga dengan prestasi perusahaan anak bangsa PT Pindad, pasalnya saat ini kendaraan tempur panser anoa yang diproduksi Pindad sudah go international.

Sebanyak 350 panser anoa sudah digunakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. Rini berharap suskses ini diikuti oleh tank medium buatan Pindad yang bisa menembus pasar luar negeri.

“Ini Anoa sudah lebih dari 350 unit dipakai PBB. Sekarang proses lanjutan adalah medium tank yang kami sedang siapkan. Moga-moga itu juga akan menjadi bisa mendunia juga,” katanya di sela perayaan HUT BUMN ke-21 berbarengan dengan perayaan hari jadi PT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Cek Kesiapan Pasukan Pengaman Pemilu

Rini mengaku sangat bangga karena anak-anak muda dari Pindad makin berinovasi. “Sehingga kami yakin ke depan akan bisa menjadi pemain dunia,” katanya

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, paling telat pada Mei 2019 nanti Pindad akan menandatangani kontrak pembelian perdana medium tank Harimau, alutsista terbaru buatan Pindad. “Rencananya 18 unit,” katanya.

Abraham mengatakan, pesanan medium tank tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Darat. “Mulai tahun ini kita bisa mulai kontrak dengan pendanaan luar negeri untuk medium tank kita,” kata dia.

Abraham tidak merinci nilai kontraknya. “Proyek pendanaan luar negeri itu untuk pengadaan tank Infantri dan tank Kavaleri tahun ini,” kata dia.

Abraham mengatakan, medium tank yang dinamai Harimau tersebut direncanakan untuk dipergunakan oleh satuan Kavaleri TNI. Sementara untuk satuan Infanteri akan menggunakan Anoa 8×8. “Kita menjual Tank Harimau kita untuk Kavaleri, untuk TNI,” kata dia.

Kapasitas produksi  Pindad mencukupi untuk menuntaskan pengerjaan pembuatan tank tersebut dalam setahun. “Kapasitas produksi kita 80 unit per tahun, untuk Medium Tank,” kata dia.

Abraham mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan tank Harimau akan dilakukan paling cepat bulan ini. “Harusnya kita rencanakan di April, mungkin di Mei ini,” kata dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*