Indofood Beri Dana Bantuan Mahasiswa S1 Untuk Riset 

JoSS, SEMARANG – Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) meluncurkan program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019/2020. Program ini memberi dana bantuan mahasiswa S1 yang tengah melakukan riset sebagai syarat menyelesaikan pendidikan.

Untuk periode 2019/2020 ini, IRN mengusung tema: Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal untuk Peningkatan Kesehatan, Kecerdasan, dan Prestasi Bangsa.

Demi menyosialisasikan program tersebut, Indofood menggelar roadshow di sejumlah tempat, yakni Institut Teknologi Bandung untuk wilayah Jawa Barat, Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk Jawa Tengah, dan Universitas Trunojoyo untuk wilayah Jawa Timur.

Menurut Kepala Indofood CBP Divisi Mie Instan Cabang Semarang, Devi Permana, melalui cara itu pihaknya terus berupaya menumbuhkan minat riset di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa strata satu.

“Kami meyakini bahwa riset adalah salah satu instrumen penting untuk mengatasi permasalahan yang ada, kemudian menghasilkan inovasi yang berguna bagi kehidupan,” ungkapnya, di sela-sela Roadshow Sosialisasi Program IRN di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes), sesuai yang dilansir dari solopos.com, Sabtu (13/4).

Menurutnya, sumber pangan yang dimiliki Indonesia sangat beragam dan mengandung gizi yang tinggi. Baik nabati mau pun hewani. Begitu juga di darat dan laut. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, Indofood ingin mengajak mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhirnya untuk menggali potensi pangan Indonesia dan berkontribusi nyata melalui penelitian unggul.

Baca juga: Minimalkan Sambaran Petir KAI Minta Bantuan ITB

Devi Permana menambahkan, mulai tahun 1998 hingga sekarang program IRN, sudah ada 5.000 proposal diajukan dan 750 proposal penelitian yang sudah didanai.

“Yang banyak mengirim di wilayah timur dan di Semarang Jawa Tengah kurang, sehingga sosialisasi kita adakan di sini sehingga mahasiswa di Semarang dan Jawa Tengah banyak mengirimkan proposal,” pungkasnya.

Sementara Tim pakar Indofood Riset Nugraha, Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, nantinya proposal penelitian yang lolos tidak hanya didanai tetapi juga mendapatkan pendampingan serta coaching.

Budi menjelaskan program IRN juga sekaligus kaderisasi mempersiapkan peneliti muda di Indonesia.

“Penelitian S1 masih sebatas eksploitasi, identifikasi dan hasil riset belum diharapkan bisa menjadi manfaat di industri atau diperbanyak sehingga kami lebih banyak bagaimana memasilitasi dan kaderisasi di riset,” jelasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*