Hari Ini ‘Tinggalan Dalem Jumenengan’ Ke 15 Raja Paku Buwono XIII Hangabehi

Tinggalan Dalem Jumenengan
Keraton Kasunanan Surakarta | Foto: google

JoSS, SOLO – Hari ini, Senin (1/4) Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo menyelenggarakan acara besar ‘Tinggalan Dalem Jumenengan’ ke 15, atau Peringatan Kenaikkan tahta Raja Pakubuwono XIII Hangabei.

Sesuai kepercayaan Keraton, ‘Tinggalan Dalem Jumenengan’ dinilai menjadi ritual paling sakral dan bermakna penting. Agenda tahunan ini untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan takhta Raja Keraton Solo, Sampeyan Ingkang Sinuhuh Kanjeng Susuhan Paku Buwono XIII.

Untuk itu, pihak Keraton Kasunanan Surakarta  sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya resik-resik keraton yang diikuti sekitar 1.050 orang, pada Jumat (30/3) termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan jajarannya.

Kerja bakti resik-resik kawasan Keraton Solo itu melibatkan berbagai instansi, komunitas, anggota TNI dan Polri, relawan, abdi dalem, dan masyarakat. Mereka datang dengan membawa berbagai perlengkapan alat untuk bersih-bersih seperti sapu lidi, sabit, pacul, mesin pemotong rumput dan lainnya ke dalam keraton.

Kerja bakti itu juga diikuti Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan pejabat tinggi lainnya.

Kedatangan para petinggi Jawa Tengah dan Solo itu disambut langsung oleh Raja Paku Buwono XIII Hangabehi yang duduk di atas kursi roda. Setelah dilakukan prosesi upacara yang dipimpin oleh Ganjar, selanjutnya para peserta resik-resik Keraton Solo langsung menyebar ke lokasi bersih-bersih yang telah ditentukan.

Begitu juga dengan Gubernur Jawa Tengah Kapolda, Pangdam dan Wali Kota Solo, mereka langsung berjalan menuju menara lonceng yang terletak di sebelah timur gerbang pintu masuk Kori Kamandungan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memilih lokasi menara lonceng, pasalnya sudah lama bangunan tersebut terkunci dan tidak terawat. Sampah dedaunan serta tanaman tumbuh liar memenuhi tangga menuju jalan ke atas menara lonceng.

Baca juga: Sensasi Mandi Bagai Raja di Umbul Ngabean, Boyolali

Dengan sigap, Ganjar, Condro Kirono, Mochammad Effendi dan Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo langsung menyapu sampah dan mencabuti tanaman yang mengotori bangunan itu.

Ganjar mengatakan Peerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Solo mendukung penuh pelestarian dan keberadaan Keraton Solo. Oleh sebab itu, pihaknya hadir dengan kekuatan penuh dalam kegiatan resik-resik keraton ini.

“Dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya saya, tetapi di belakang saya ada Pak Sekda, asisten semua OPD hadir di sini. Karena semata-mata kita I love you full,” kata dia, Jumat (29/3).

Menurut Ganjar, keberadaan keraton tidak lepas dari sejarah kebudayaan dan sejarah perjuangan yang snagat panjang. Sebagai obyek wisata, dengan berkunjung ke keraton bisa belajar mengenai bagaimana pergerakan nasional dimulai.

Bahkan, menurut Ganjar, Presiden Jokowi  sudah memberikan pesan melalui Menko Polhukam dan Menteri PUPR bahwa keraton akan kembali dibuat komcer. Fisik bangunan keraton akan diperbaiki, lantas pemerintahan di dalam keraton juga akan didampinginya.

“Hari ini semua sepakat untuk kembali menjalankan roda pemerintahan di keraton. Kami mendukungnya. Seluruh daya upaya kita kerahkan, baik administrasi, personel, anggaran hingga perencanaan pembangunan fisik,” ucapnya.

Sementara itu, Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo megatakan pihak keluarga keraton mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara kerja bakti resik-resik keraton. Kegiatan itu dilakukan untuk menyambut acara peringatan kenaikan tahta raja pada Senin (1/4). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*