JoSS, SOLO – Pakar ekonomi sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Tengah (UMKT), Bambang Setiadji mengatakan, mayoritas eksekutif menyebut dengan adanya industri 4.0, akan terjadi pemerataan. Sementara yang lain menyatakan ketimpangan akan semakin besar.
Bambang Setiadji menambahkan, untuk itu kalangan eksekutif milenial harus lebih fokus dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, dengan memangsimalkan peran kemajuan teknologi.
“Maka dari itu kalangan eksekutif generasi milenial harus lebih fokus menghadapi era tersebut. Satu di antaranya adalah dengan memaksimalkan peran kemajuan teknologi digital,” kata Bambang Setiadji, di acara seminar nasional Tantangan dan Peluang Bisnis Bagi Generasi Milenial, Era Revolusi Industri 4.0, di Swiss Bellin Saripetojo Hotel Solo, seperti yang dilansir dari TribunSolo.com, Rabu (3/4).
Akan tetapi, kata Bambang, dari 30 persen eksekutif generasi milenial siap menghadapi era industri 4.0. Kenyataannya hanya 14 persen yang dinyatakan benar-benar siap.
Dia menambahkan, perkembangan teknologi informasi dan akses internet yang sangat pesat harus dimanfaatkan, karena mampu mengubah gaya hidup, proses berbisnis, dan ekonomi secara signifikan.
Baca juga: Tren Perhiasan Emas dan Berlian di Kalangan Milenial, Seperti Apa ?
Sedangkan Indonesia akan segera menikmati masa bonus demografi, ditambah saat ini total pengguna internet di Indonesia mencapai 150 juta pengguna atau tumbuh 13 persen year on year (yoy) dengan penetrasi mencapai 56 persen.
Apalagi Indonesia memiliki 45 juta orang yang masuk kategori sebagai middle class (consuming class), dan ini modal untuk mengembangkan wirausaha.
“Bagi generasi milenial, kondisi tersebut harus dipandang sebagai peluang untuk berwirausaha. Sehingga arahnya mendorong perekonomian dan mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya.
Sementara Plh Kepala OJK Solo, Triyoga Laksito mengatakan, peluang bagi generasi milenial di era industri 4.0 sangat banyak. Antara lain keberadaan startup serta pelaku fintech. Peluang tersebut yang seharusnya ditangkap para generasi milenial untuk terus dijalankan dan dikembangkan menjadi bentuk usaha.
“Dengan penggunaan teknologi diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UMKM lebih banyak sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah,” tambahnya.
“Hal inilah yang mendasari kami untuk ambil andil dalam mendorong semangat berwirausaha para milenial ini, sehingga mampu menciptakan sentra perekonomian mandiri,” terang Triyoga Laksito. (nug/lna)

Leave a Reply