Dipanggil Nama Aslinya di TPS, Waria Ini Ngambek

TPS
Seorang waria ikut memilih dalam pemilu 2019 | Foto: Instagram @makassar_iinfo

JoSS, MAMASA – Stefi, salah satu warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Selatan bikin ketawa warga saat memberikan suaranya dalam Pemilu 2019.

Gara-gara aksi mengamuknya pada panitia Pemilu 2019, sosok Stefi pun mendadak viral di media sosial.

Ya, sosok Stefi pertama kali diketahui lewat postingan akun Instagram @makassar_iinfo pada Rabu (17/4).

Dari sekian banyak warga yang tengah menunggu giliran nyoblos Pemilu 2019, terdapat sosok seorang wanita berambut panjang mengenakan atasan off shoulder berwarna putih.

Sekilas, sosok wanita ini tidak berbeda dengan warga lainnya yang tengah menunggu giliran nyoblos Pemilu 2019.

Namun ketika panitia Pemilu 2019 TPS tersebut menyebut sebuah nama, wanita tersebut tampak maju malu-malu dengan raut kesal. “Rudi Wahyu!” panggil panitia Pemilu 2019 di TPS tersebut.

Meski wanita tersebut telah di depan meja panitia, bersiap menerima surat suara, panitia tetap memanggil nama tersebut.

Baca juga: Resto 888 Semarang Tawarkan Menu Terpilih dan Langka

“Yang ketiga siapa? Rudi! Rudi yang mana?” tanya salah satu panitia.

“Saya Rudi,” sahut wanita yang disebut bernama Stefi dengan nada kesal kepada para panitia.

Usut punya usut, rupanya wanita yang disebut bernama Stefi itu memiliki nama asli pada KTP, Rudi.

Sontak saja kejadian ini membuat warga di TPS tersebut tertawa terbahak-bahak melihat amukan Stefi.

Pasalnya, tak ada yang menyangka bahwa nama asli Stefi akan disebut oleh panitia.

Pihak panitia pun meminta maaf dan berusaha membujuk Stefi aka Rudi yang kesal nama aslinya dipanggil.

“Siapa ini kau Rudi?” seru temannya yang mereka kejadian tersebut sambil tertawa

Stefi bahkan dituntut menuju bilik pemilihan oleh salah satu panitia yang ikut tertawa karena aksi mengamuknya.

Bahkan rekannya yang merekam kejadian tersebut pun tak henti-hentinya tertawa dan menggoda temannya itu. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*