JoSS, JOGJA – Hubungan yang terjalin antara Raja Jogja dengan Pemerintah Thailand khususnya Kota Chiang Mai telah berlangsung lebih dari 100 tahun. Sebagai Sister City, keduanya sepakat meningkatkan kerjasama dibidang kebudayaan.
Dalam kunjungannya di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan Jogja, Jumat (26/4) Wakil Perdana Menteri Thailand, Wissanu Kreangam mengungkapkan Thailand dan Yogyakarta memiliki hubungan yang sudah sangat lama, bahkan lebih dari 100 tahun.
Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan sejarah kunjungan Raja Rama V, Rama VII, dan Rama IX yang beberapa kali mengunjungi Yogyakarta.
“Jadi hubungan antara Kerajaan Thailand dengan Kerajaan Yogyakarta sudah sangat lama. Beberapa tahun sebelumnya, juga ada Putri Raja Thailand yang membawa tim militer dari Thailand mengunjungi Yogyakarta. Dan dari pihak Sultan mengadakan pesta menyambut. Hal itu menjadi suatu kehormatan bagi Thailand,” ungkapnya.
Dikatakan Wissanu Kreangam, Yogyakarta sendiri juga sudah sering menjadi tuan rumah berbagai pertemuan kebudayaan. Thailand pun memandang Yogyakarta sebagai ibukota kebudayaan, pendidikan, serta sejarah. Banyak mahasiswa Thailand yang juga berkuliah di Yogyakarta.
“Hal ini kami lihat sebagai sebuah hal yang harus terus didukung, karena saya ingin orang Thailand datang Yogyakarta untuk belajar sejarah dan agama Islam. Selain itu, saya juga ingin mendukung kerja sama pariwisata antara Yogyakarta dan Thailand. Ini karena di Yogyakarta ada banyak warisan budaya dunia, terutama Borobudur yang juga sangat terkenal di Thailand,” paparnya.
Baca juga: Begini Cara Pemerintah Dorong Pengembangan Homestay di Jogja
Wissanu Kreangam menambahkan, dengan akan adanya bandara baru di Yogyakarta dan banyak infrastruktur baru lainnya, ia berpendapat hal itu mampu lebih mendukung pariwisata Yogyakarta, dan berarti pula membuka kesempatan perdagangan dan investasi untuk orang Thailand di Yogyakarta.
“Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan rasa hormat dan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan pada kami. Kota Chiang Mai dan Yogyakarta juga sudah seperti kota saudara (sister city). Kami melihat ini adalah kesempatan untuk mempererat hubungan antara keduanya,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melihat adanya ruang bagi Yogyakarta dan Thailand untuk lebih membangun dialog melalui kebudayaan.
“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan beliau yang juga sekaligus mengingatkan hubungan Yogyakarta dengan Thailand yang sudah terjalin lama. Saya melihat ini ada ruang bagi kita untuk membangun dialog kembali lewat pendekatan budaya,” kata Sri Sultan usai pertemuan.
Didampingi Duta Besar (Dubes) Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan, kedatangan Wakil Perdana Menteri Thailand juga sebagai bagian dari perencanaan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indoensia-Thailand yang akan digelar tahun depan di Thailand. Menanggapi hal ini, Gubernur DIY menawarkan untuk mengirimkan delegasi kebudayaan dari Yogyakarta. (lna)

Leave a Reply