Wisman di Bandara Ahmad Yani Turun 11,35% Disparta Genjot Potensi Wisnus

bandara
Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang | Foto: dinilint.com

JoSS, SEMARANG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada Januari 2019 turun 11,35%. Dinas Pariwisata genjot potensi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus).

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengungkapkan wisatawan mancanegara yang melalui pintu masuk bandara Ahmad Yani pada Januari 2019 tercatat sebanyak 1.711 kunjungan, turunsebesar 11,35% dibandingkan Desember 2018 mencapai 1.930 kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman terbanyak berasal dari warga negara berkebangsaan Malaysia tercatat sebanyak 804 kunjungan, disusul Singapura 281 kunjungan dan India sebanyak 79 kunjungan,” kata Sentot, Jumat (1/3).

Di sisi lain, kata dia untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah pada bulan Januari 2019 tercatat sebesar 42,49%, mengalami penurunan sebesar 10,01 poin dibanding TPK bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 52,50%.

“Kalau dibandingkan periode yang sama di tahun 2018, TPK Januari 2019 juga mengalami penurunan sebesar 2,36 poin,” ujarnya.

Baca juga: Halte BRT Trans Semarang Bandara Ahmad Yani Dioperasikan

Dia menuturkan, TPK bulan Januari 2019 tertinggi terjadi pada hotel bintang 5 yaitu sebesar 47,69% dan terendah hotel bintang 1 sebesar 35,35%.

Sedangkan, lanjutnya Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Januari 2019 tercatat sebesar 1,26 malam, naik 0,01 poin dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 1,25 malam.

“Pada Januari 2019, RLM mancanegara tercatat sebesar 1,64 malam, mengalami penurunan sebesar 0,30 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Desember 2018) yang sebesar 1,94 malam. Sedangkan untuk RLM domestik tercatat 1,25 malam, mengalami kenaikan 0,01 poin dibandingkan dengan periode Desember 2018 yang sebesar 1,24 malam,” katanya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi, mengatakan meski jumlah wisman turun, pariwisata di Jateng tahun 2018 cukup tertolong dengan melonjaknya kunjungan wisata turis lokal.

Data Disporapar Jateng menyebutkan jumlah wisatawan nusantara pada 2018, yakni 49.762.787 orang, mengalami peningkatan sekitar 24% dibanding pada 2017, yakni 40.118.470 orang.

Untuk itu, Sinoeng menargetkan sekitar 1,2 juta wisman berkunjung ke Jateng. Jumlah itu sesuai dengan target Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menargetkan 2 juta wisman ke Jateng dan DIY, dengan komposisi Jateng 1,2 juta dan 800.000 wisman ke Yogyakarta.

“Kami optimistis target itu akan tercapai. Kami sudah siapkan sejumlah event, baik dari kabupaten, kota, pemprov, maupun nasional,” imbuh Sinoeng.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Disporapar Jateng menggenjot event berskala internasional di Jateng. Ia menilai event merupakan cara paling ampuh untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya turis asing.

“Perbanyak event, promosi juga perlu ditingkatkan. Promosi ini harus menyeluruh, tidak hanya mengajak wisman ke objek wisata terkenal saja, seperti Prambanan dan Borobudur. Mereka bisa diajak ke tempat lain, kan kita punya banyak destinasi wisata,” ujar Ganjar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*