
JoSS, SOLO – Kota Solo bakalm membangun convention hall berkelas internasional, segera setelah pembangunan Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pedaringan Solo yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan Kota Solo, Chriswanto Tri Santosa, mengatakan pembangunan pusat konvensi tak bisa berbarengan dengan SPBU.
Dia menambahkan, pusat konvensi itu akan berbagi tempat dengan SPBU di lahan seluas 5 hektare. Pembangunan yang setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp125 miliar itu diharapkan berasal dari investor.
Baca juga: Pemkot Solo Patenkan Jajanan Pasar
Hal itu, lanjutnya karena prioritas pada anggaran belanja daerah tidak bisa digunakan untuk membangun pusat konvensi.
“Prioritas pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak bisa diproyeksikan untuk membangun pusat konvensi,” katanya, belum lama ini, seperti dikutip dari Solopos.
Chriswanto mengatakan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Solo sudah membawa rencana pembangunan pusat konvensi itu ke Keris (Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata) Jawa Tengah pada 2018.
Dia menuturkan, pusat Konvensi Pedaringan akan dinilai di tingkat provinsi, apakah layak mendapatkan investasi atau sebaliknya.Chris berharap tahun ini proyek tersebut segera mendapatkan investor, agar tahun depan bisa segera direalisasikan,
“Keris Jateng 2018 menjadi kali ke dua setelah pada 2017 juga dimasukkan ke ajang yang sama. Saat itu pusat konvensi kalah dengan salah satu program lain yang mendesak di Kota Solo,” ucapnya.
Tahun ini dia optimistis proyek itu dapat masuk nominasi unggulan. Program yang unggul di Keris 2017 itu adalah proyek penerangan jalan umum (PJU) pintar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Desain bangunan pusat konvensi, sambung dia, rencananya masih sama dengan desain hasil sayembara tiga bangunan pada 2016. Sayembara yang diikuti masyarakat umum itu melombakan desain Masjid Taman Sriwedari Solo, Gedung Wayang Orang Sriwedari, dan pusat konvensi.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kedua proyek itu merupakan upaya pemkot untuk mewujudkan Kawasan Pedaringan sebagai pusat ekonomi dan bisnis baru. (lna)

Leave a Reply