
JoSS, SOLO – Puluhan seniman tari se-Asia bakal memeriahkan acara Dance Laboratory Project atau D_Lap #3 tahun ini yang digelar selama tiga hari sejak Jumat (28/2) kemarin hingga Minggu (3/3) di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) di Solo.
(D_Lap) mempertemukan puluhan seniman se-Asia. Proyek penelitian dan pengembangan berupaya eksplorasi budaya, koreografi, tari dan seni pertunjukan melalui diskusi kritis dan pertukaran praktis.
Seperti dirilis Solopos.com, mereka datang dari berbagai latar belakang seni dan budaya berbeda tersebut bakal kumpul jadi satu untuk berdiskusi, berproses, dan pentas kolaborasi. Ada pegiat tari dari Malaysia, Jepang, Indonesia, Taiwan, dan masih banyak lagi.
Dari Indonesia diwakili penampilan Cahwati, Irfan Setiawan, Otniel Tasman, dan seniman senior Solo Melati Suryodarmo.
Perwakilan penyelenggara D_Lap #3, Melati Suryodarmo, mengatakan acaranya memberi kesempatan seniman partisipan untuk mengeksplorasi dan memperluas gagasan. Sekaligus membangun jaringan transnasional antara seniman yang berpartisipasi dalam mendukung seniman independen.
Baca juga: Batang Bangun Pemecah Ombak Berteknologi Geotube Senilai Rp9,2 Miliar
“Tujuan jangka panjang untuk menciptakan pemahaman yang lebih besar, toleransi, dan ruang untuk karya seni mutakhir yang muncul,” Kata dia.
Secara keseluruhan, proyek ini berupaya mempromosikan dan merangsang diskusi kritis tentang seni dengan memberi perhatian pada metode, strategi artistik, dan ketahanan budaya.
D_Lap juga mengundang peserta dari berbagai praktik artistik untuk merenungkan beberapa masalah penting di lingkungan sekitar. Masalah-masalah tersebut harus dipresentasikan dalam bentuk koreografi yang diharapkan juga berkelanjutan.
Ini merupakan agenda ketiga. Terselenggara atas kerja sama Century Dance Dance Company (CCDC) Taipei, Taiwan; Perusahaan Tari Js Wong, Kuala Lumpur, Malaysia; NIBROLL Dance Company, Tokyo, Jepang, dan Studio Plesungan, Karanganyar, Indonesia. Proyek tari pertama diadakan di Osaka, Jepang pada Februari 2018, kedua diadakan pada Mei 2018 di Taipei, Taiwan.
“D-Lap # 3 adalah platform ketiga yang dapat menjadi semacam cetak biru untuk kelanjutan proyek kolektif. Direncanakan akan berlangsung di empat negara: Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Jepang. Kolektif akan melanjutkan proyek dalam berbagai bentuk sesuai dengan program tuan rumah lokal,” tambah Melati. (Wiek/lna)

Leave a Reply