
JoSS, JAKARTA – Olahan jus buah atau sayur selama ini dianggap punya kelebihan dibanding harus mengonsumsinya secara langsung. Namun, olahan jus justru membuat nutrisi dalam buah dan sayur bisa berkurang.
Apalagi jus yang dibuat dengan blender. Alat ini memang memudahkan karena ampas atau kulit buah bisa terpisah tanpa harus disaring manual.
“Anda kehilangan serat dalam jus sayur dan buah. Akibatnya jus punya kemampuan untuk mendongkrak kadar gula darah dengan cara lebih dramatis daripada jika Anda makan buah atau sayur utuh,” ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, dr Robin Foroutan, seperti dirilis CNNIndonesia.com.
Tak cuma serat, seseorang juga akan kehilangan polifenol dan antioksidan. Mario G Ferruzi, seorang profesor di Department of Food Bioprocessing and Nutrition Sciences, North Carolina State University mengatakan, jika jus menjadi pilihan, akan lebih baik jika Anda meminumnya sesegera mungkin setelah selesai pengolahan.
Menurutnya, aktivitas enzim dan antioksidan akan berkurang seiring berjalannya waktu.
Demi meminimalisir hilangnya nutrisi pada jus, sebaiknya kombinasikan ampas dengan sari buah atau sayur. Namun, bagi pengguna blender, ini tak perlu dilakukan.
Cara lain yang bisa dilakukan ialah dengan menjadikan ampas buah atau sayur sebagai fortifikasi makanan seperti sebagai cake, bahan tambahan saat menanak nasi, atau sebagai bahan sup.
Studi menunjukkan, metode mencampur memberikan nilai plus daripada metode juicing atau mengambil sari buah dan sayur.
Baca juga: Buah Naga Sebaiknya Dimakan Langsung, Ini Alasannya
Campuran jus dari beragam buah menghasilkan aktivitas antioksidan tinggi dan kandungan komponen fenolik yang lebih besar daripada jus dari satu jenis buah.
Penggunaan juicer memang akan membuat kita hanya mendapatkan sari buahnya saja karena seratnya otomatis terpisah. Namun, menurut ahli gizi Jansen Ongko, walau dijus kita tetap bisa mendapatkan kandungan seratnya.
“Kalau pakai juicer, ampas buahnya akan dibuang, tapi itu kan serat tidak larut, sedangkan serat larutnya tetap ada di dalam buah,” ujarnya.
Jansen menampik anggapan bahwa buah yang dijus tidak sehat. “Buah yang dijus juga cocok untuk mereka yang sedang tidak doyan makan karena sakit, tidak bisa mengunyah, atau untuk anak-anak yang tidak suka rasa buah dan sayur,” katanya.
Smoothies buah dan sayuran yang bertekstur creamy juga lebih praktis karena kita bisa memasukkan beberapa bahan sekaligus dan tinggal diblender. Misalnya beberapa jenis buah, kacang-kacangan, yogurt, atau pun cornflakes.
“Konsumsi buah dan sayuran di Indonesia masih kurang. Cara penyajian dengan diblender atau dijus bisa membantu kita mencukupi kecukupan buah dan sayur setiap hari,” katanya. (Wiek/lna)

Leave a Reply