Hendi Dorong RS KRMT Wongsonegoro Berstandar Internasional

JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi terus mendorong Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN) berstandar internasional. Untuk itu, rumah sakit negeri ini harus meningkatkan pelayanan, peralatan, serta fasilitas yang mendukung segala bentuk pelayanan medis.

Menurut Hendi, pihaknya akan terus mendorong rumah sakit ini agar terus meningkatkan standar kualitas pelayanannya. Salah satunya dengan melakukan pembangunan infrastruktur Gedung Rawat Jalan tiga lantai senilai Rp99,132 miliar.

“Melalui keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta kecepatan pelayanan di Rumah Sakit Wongsonegoro,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (1/3).

Dijelaskan, ketiga lantai tersebut akan dimanfaatkan secara keseluruhan. Lantai 1 akan digunakan untuk aktifitas perdagangan sebagai fasilitas publik, lantai 2 untuk 27 klinik rawat jalan dan lantai 3 sebagai area perkantoran, ruang serbaguna dan diklat.

Tak hanya itu, sebagai langkah pemerataan pelayanan kesehatan, Hendi juga mendorong pembangunan RS baru tipe B di eks lahan Puskesmas Mijen. Keberadaan RS ini harapannya mampu mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga Kota Semarang wilayah barat.

“Berbagai mimpi memajukan kesehatan masih terus kami upayakan. Ke depan, kami berharap RS KRMT Wongsonegoro dan pelayanan kesehatan negeri lainnya di Kota Semarang dapat bercita rasa rumah sakit swasta berskala internasional seperti di Singapura,” tandasnya.

Baca juga: Hendi Rintis Pembangunan Pembangkit Listrik Micro Hydro

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, Hendi optimis RSWN dapat mempertahankan predikat Lulus Paripurna sertifikat Akreditasi KARS versi 2012. Rumah sakiit ini kembali meraih akreditasi serupa pada tahun 2016.

Ditambahkan, komitmen dan jaminan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Kota Semarang terus diupayakan melalui berbagai kebijakannya Walikota Semarang.

Seperti diketahui, dapun salah satu gebrakannya adalah dengan meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) sejak 1 November 2017 lalu.

Melalui program tersebut seluruh masyarakat Kota Semarang mendapatkan jaminan untuk dapat berobat secara gratis.

“Untuk bidang kesehatan, targetnya jelas bahwa tidak boleh ada warga Kota Semarang yang susah dalam berobat. Jangan sampai karena tidak ada duit, lalu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Walikota yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi menegaskan, pihaknya juga menekankan kepada seluruh jajaran pelayanan kesehatan di Kota Semarang untuk mengedepankan pelayanan kesehatan ketimbang administrasi.

“Jangan administrasi dulu, tetapi rawat dan dilayani dulu,” lanjut Walikota Semarang tersebut.

Namun di sisi lain Hendi tidak menginginkan berjalannya program pengobatan gratis tersebut menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan.

Untuk itu dirinya menjelaskan jika dalam berjalannya UHC, kerjasama lintas sektor menjadi kuncinya, mulai dari Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN) Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, serta BPJS Kesehatan. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*