Hendi Rintis Pembangunan Pembangkit Listrik Micro Hydro

Pembangkit listrik micro hydro
Walikota Semarang Hendrar Prihadi

JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi merintis pembangunan pembangkit listrik micro hydro. Rencananya, pembangunan ini akan dilakukan di daerah Gedawang, Banyumanik.

Menurutnya, Pemkot Semarang akan bekerjasama dengan Pemerintah Toyama Jepang. Nantinya, fasilitas ini akan menghasilkan daya listrik kecil yang dapat menerangi 40-50 rumah.

“Pertama kita akan cek lebih dulu lokasinya, kalau arus airnya bagus, kita akan siapkan infrastruktur menuju ke sana,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Sabtu (16/2).

Dijelaskan, pihaknya memang memiliki kerjasama bidang energi dengan Pemerintah Toyama. Sebelumnya, keduanya sudah bekerjasama mengurangi emisi gas buang dengan operasionalisasi 72 armada BRT Trans Semarang ber-Bahan Bakar Gas (BBG) yang memiliki tingkat polusi lebih rendah daripada kendaraan yang berbahan bakar minyak.

Tenaga listrik tenaga air ini, merupakan proyek terobosan Pemerintah Kota Semarang dalam merealisasikan gagasan memberikan fasilitas listrik gratis. Gunanya tentu saja dapat mengurangi beban biaya hidup rumah tangga masyarakat di Kota Semarang.

Gagasan ini dirancangnya dengan dua konsep, yaitu melalui micro hydro yang memanfaatkan tenaga air dan wind turbine yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pembangkit listrik.

Baca juga: Rest Area Terindah Segera Dibangun di Tol Semarang-Solo

“Ini sekaligus untuk menjawab tantangan manajerial arus air yang kencang untuk dikembangkan sebagai potensi keunggulan wilayah,” tukas Hendi.

Walikota menegaskan, wilayah Banyumanik yang berbukit-bukit dan memiliki arus air deras dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik kecil. Karenanya, ia mengajak masyarakat Kota Semarang harus berpikir kritis, kreatif, dan strategis untuk dapat meningkatkan kualitas pemukimannya masing-masing.

Menurutnya pembangunan di suatu wilayah perlu fokus pada kekurangan dan urgensinya. Hendi mencontohkan ada beberapa poin yang perlu mendapat perhatian, antara lain terkait letak topografi wilayah Banyumanik yang terletak di daerah atas, sehingga perlu adanya upaya perkuatan infrastruktur yang mampu mengantisipasi terjadinya bencana seperti longsor.

Terkait upaya tersebut, Walikota Semarang itu sendiri meyakini jika pengelolaan drainase dan perkuatan talud menjadi beberapa hal yang harus diupayakan. Dirinya menegaskan jika dalam pengelolaan wilayah, prioritas utamanya adalah untuk dapat memanajerial berbagai kekurangan yang ada, agar mampu diubah menjadi sebuah potensi positif.

“Banyumanik ini daerah atas, kalau hujan airnya selalu kencang mengalir ke bawah, maka itu yang menjadi prioritas. Maka pembangunan untuk memperkuat saluran dan tanggul harus dikonsentrasikan, walaupun biayanya besar. Contohnya yang jalan sering terendam air kemudian aspalnya sering terkelupas, maka harus dibeton, yang meskipun biayanya besar, tapi harus dilaksanakan, pun bertahap,” jelas Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas bencana longsor yang terjadi di bantaran Kali Sendang Pring beberapa hari yang lalu. Musibah tersebut memakan satu korban jiwa pemilik sebuah salon yang bangunannya terlanda longsor. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*