
JoSS, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa (Pemdes) Pringombo berkomitmen akan terus berupaya menghidupkan kembali seni ketoprak di wilayahnya, sebagai bentuk pelestarian budaya warisan nenek moyang yang kini nyaris punah.
Di era industri digital saat ini, generasi milenial nyaris tak mengenal adanya pentas seni ketoprak yang pada eranya menjadi tontonan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Untuk melestasikan kebudayaan warisan nenek moyang tersebut, Pemdes Pringombo bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menyelenggarakan pentas seni ketoprak di Dusun Pringombo A, Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Rabu (13/3) malam.
Baca juga: Wujudkan Giwangan Sentra Anggrek, Pemkot Jogja Lakukan Ini
Ketua Sanggar Bunga Tanjung, Sularno, mengatakan di desanya terdapat sanggar untuk berlatih seni ketoprak. Dia prihatin dengan kondisi seni ketoprak yang mulai jarang dipentaskan. Untuk mempertahankan eksistensi kesenian ini Desa Pringombo mengajukan kerja sama ke Dinpar DIY.
“Kami bersyukur kerja sama disetujui sehingga malam ini [kemarin] bisa diselenggarakan pentas seni ketoprak,” katanya, seperti dikutip dadri Harian Jogja, Kamis (14/3).
Dia menjelaskan pentas seni ini bukan hanya sebagai hiburan dan tontonan. Cerita yang dipentaskan diharapkan menjadi tuntutan dalam kehidupan masyarakat. “Kami memilih lakon Kamandaka Tanding,” katanya.
Sularno berharap pentas seni ketoprak bisa terus lestari. Salah satu upaya agar seni ketoprak tidak hilang dengan terus menggelar kegiatan seni budaya secara rutin dan berkelanjutan. Dia menyakini, dengan pementasan yang rutin, masyarakat khususnya generasi muda dapat mengetahui seni tradisi yang berlangsung secara turun temurun.
Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi dapat dilakukan dengan pementasan seni dan budaya.
Oleh karena itu, fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi yang berupa potensi alam. Ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung.
“Pemerintah DIY mencanangkan target menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tetapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat,” katanya. (lna)

Leave a Reply