
JoSS, JOGJA – Bagi masyarakat Jogja yang gemar membudidayakan tanaman anggrek bisa datang ke green house (rumah kaca) yang dibangun Pemerintah Kota Jogja. Ada dua rumah kaca yang disediakan di RW 10, dekat dengan kantor Kelurahan Giwangan.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sudarmanto menuturkan, green house tersebut dibangun di atas tanah milik pemerintah. Bila sudah jadi, maka bisa digunakan oleh masyarakat Giwangan dan sekitarnya.
Dia menambahkan, pengadaan rumah kaca ini diinidiasi oleh warga setempat yang ingin mewijudkan anggrek sebagai ikon wilayah. “Yang terpenting gerakan tersebut merupakan gerakan yang berlangsung masif dan didukung banyak anggota masyarakat. Bukan hanya keinginan satu orang saja,” ujarnya, belum lama ini.
Dia menambahkan selain membangun green house di dekat kantor kelurahan untuk dimanfaatkan warga, Pemkot juga membangun dua green house yang akan digunakan untuk memindahkan anggrek-anggrek budidaya Dinas Pertanian dan Pangan di belakang gedung BPP Giwangan Jogja, salah satunya di wilayah Nitikan.
Seperti dikutip dari Harianjogja.com, pemindahan anggrek dilakukan, karena diperkirakan bangunan tersebut akan digunakan untuk mendukung beroperasinya Taman Pintar 2. Ia menambahkan, di Kota Jogja juga ada kelompok anggrek, yaitu Asosiasi Petani Anggrek Kota Yogyakarta (APAKY), dengan jumlah anggota dinamis.
Baca juga: Bonagung Dulu Pusat Batu Akik, Kini Jadi Wisata Air
Petani anggrek di Kelurahan Giwangan, Kadarsih Agus berharap, bila memang green house benar sudah dibangun, maka ia berharap petani anggrek yang selama ini sudah aktif bisa turut bisa memanfaatkan green house tersebut.
Agus yang juga merupakan ketua APAKY ini menambahkan, APAKY memiliki keinginan agar kehadiran green house bisa memberikan dampak positif lebih luas kepada masyarakat. Misalnya saja, membangun minat anak muda untuk membudidaya anggrek.
“Soalnya selama ini petani anggrek itu banyaknya tua-tua, setidaknya ada tiga kelompok di Giwangan ini, Kusuma Wicitra, Lumintu, Sanggrahan Garden. Kami sekarang ini mulai memikirkan mau mengadakan event apa nanti setelah green house ini hadir,” ucapnya.
Saat ini, APAKY juga sudah mulai mencoba mengenalkan anggrek kepada anak-anak, lewat lomba mewarnai bunga anggrek yang diselenggarakan belum lama ini. Sebagai upaya melestarikan budidaya anggrek di masa mendatang.
APAKY juga sedang uji coba penggunaan pupuk alami hasil karya APAKY. Pupuk tersebut membantu tanaman tumbuh subur dan tampil lebih cantik, tanpa efek samping berlebih, seperti yang terjadi pada penggunaan pupuk kimia. (lna)

Leave a Reply