Bangun Koalisi BUMN hingga Marketplace, Pemprov Jatim Luncurkan MJC

BUMN
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak | Foto: google

JoSS, SURABAYA – Setelah membangun koalisi dengan berbagai instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, hingga marketplace, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan luncurkan Milenial Job Center (MJC). Program ini telah menjadi pilot project.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, saat ini pemprov masih membangun ekosistem MJC. Salah satunya menggandeng berbagai marketplace. Termasuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga muda kreatif di berbagai bidang.

“Jadi dalam MJC ini bukan cari duit dulu, tetapi cari pengalaman karena kalau sudah punya jam terbang dan karya profesional yang mumpuni, billing rate atau biaya jasanya otomatis akan meningkat,” katanya, seusai mengisi acara sosialisasi kompetisi Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) 2019 di Universitas Kristen Petra Surabaya, sesuai yang dilansir dari madiunpos.com, Selasa (19/3).

Emil menambahkan, program MJC berbeda dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut dia, BLK hanya menawarkan pelatihan. Sedangkan MJC pelatihan industri kreatif sampai pada magang sekaligus bekerja.

Baca juga: Menteri BUMN Coba Langsung Tol Trans Jawa

“Jadi MJC ini satu bentuk BLK yang mungkin bisa menjawab tantangan bagi milenial dan mereka bisa on the job learning. Karena kalau magang saja adrenalinnya enggak keluar, kalau on the job learning ada rasa tanggung jawab,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, Pemprov Jatim telah mengajak empat marketplace besar ikut mendukung program MJC, di antaranya adalah Blibli, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Ada pun MJC nantinya akan menjadi wadah bagi generasi milenial yang ingin mengembangkan karier di bidang profesi milenial seperti social media management, digital marketing, drone video production, augmented reality programming, virtual reality content production, dan profesi era milenial lainnya.

Profesi-profesi era milenial ini diyakini sangat dibutuhkan dunia usaha Indonesia untuk bisa bersaing di era digital. MJC akan mempertemukan talenta profesi milenial yang sudah memiliki kemampuan dasar tapi belum memiliki rekam jejak profesional atau portofolio, dengan klien yang bersedia memberikan pekerjaan atau proyek kepada talenta baru yang belum berpengalaman.

“Dalam program MJC ini juga akan menyediakan mentor profesional dari kalangan praktisi untuk mendorong proses on the job learning,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*