Menteri BUMN Coba Langsung Tol Trans Jawa

tol Trans Jawa
Menteri BUMN, Rini Soemarno (kanan) didampingi Diru PT JSB, Arie Irianto (kiri) dan Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani (kedua dari kiri), mendengarkan penjelasan Dirut PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra (kedua dari kanan) tentang progres pembangunan Jembatan Kalikutho, Senin (12/11) | Foto: awo/joss.co.id

JoSS,, SEMARANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, Senin (12/11) mencoba langsung jalur tol Trans Jawa dari Surabaya sampai Jakarta, untuk memastikan bahwa proyek tersebut bisa dioperasikan akhir Desember 2018. Dalam uji trayek tersebut, Rini didampingi beberapa direksi BUMN seperti Dirut Jasa Marga Desi Arryani, Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Dirut BRI Suprajarto dan beberapa Deputi Kementerian BUMN.

Uji trayek sepanjangsekitar 800 km tersebut, dimulai dari Gerbang Tol Waru Gunung Surabaya. Rombongan ekspedisi ini berangkat sekitar pukul 06.00 WIB, dan diperkirakan tiba di Jakarta pukul 23.15 WIB. Rombongan menerobos keremangan pagi menuju Jakarta, yang dalam perhitungan Dirut Jasa Marga, Desi Arryani, jika perjalanan dilakukan secara langsung dengan mengabaikan kemacetan di Tol Cikampek Jakarta, waktu tempuhnya diperkirakan sekitar 10 jam. Namun dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam, jika menghitung situasi di Tol Cikampek, maka perjalanan Surabaya – Jakarta via Tol Trans Jawa membutuhkan waktu sekitar 16 jam.

Desi Arryani mengatakan dengan selesainya Tol Trans Jawa yang saat ini pengerjaannya sudah mencapai 95% lebih, waktu tempuh Jakarta – Surabaya dan sebaliknya akan terpangkas signifikan. Kalau melalui jalan raya nasional waktu tempuhnya bisa mencapai 20 jam, namun dengan jalan tol perjalanan bisa ditempuh kurang dari 15 jam.

“Waktu tempuh menjadi lebih singkat berkat adanya Tol Trans Jawa. Idealnya Jakarta – Surabaya 10 sampai dengan 12 jam. Dari Jakarta sampai ke Kota Surabaya sekitar 800 Km, kalau dipacu dengan kecepatan 100 Km per jam saja mungkin hanya 8 jam. Tapi kan tetap perlu beristirahat pengendaranya agar safety, jadi ya bisa 10 sampai 12 jam lah paling lama,” jelas Desi.

Dalam ekspedisi ini, selepas dari Gerbang Tol Waru Gunung, Surabaya, Rini dan tim ekspedisi melintasi ruas tol Surabaya-Mojokerto, kemudian dilanjutkan Mojokerto-Kertosono. Usai itu, perjalanan menyambung ke Ngawi dan Wilangan. “Dari Ngawi ke Wilangan memang ada beberapa titik yang masih dikembangkan. Kemudian dari Ngawi ke Solo, sudah 100 persen,” ujar Desi.

Baca juga: Rukma Pastikan Nenek Sukimah Berada Di Rumah Pelayanan Sosial

Sekitar pukul 11.40 WIB rombongan sudah sampai di Jembatan Kali Kenteng antara Salatiga-Boyolali untuk mengecek kesiapan pengoperasian ruas tol Salatiga – Kartosuro/Colomadu. Di Kali Kenteng rombongan diterima oleh Dirut PT Jasamarga Solo Ngawi, David Wijayatno dan jajarannya. Setelah mendapat penjelasan kesiapan pengoperasian ruas tersebut, rombongan melanjutkan perjalan.

Titik krusial lain yang dicek Rini Soemarno adalah Jembatan Kalikutho yang terletak di perbatasan Kendal dan Batang. Rmbongan ekspedisi diterima Dirut PT Jasamarga Semarang Batang, Arie Irianto dan staf sekitar pukul 14.28 WIB.  Di jembatan yang dirancang sebagai landmark Tol Trans Jawa ini, Menteri BUMN mendapat penjelasan langsung dari Dirut PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra, mengenai progress pembangunan Jembatan Kalikutho.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyebutkan, Tol Trans Jawa adalah jalur yang dinantikan lebih dari 20 tahun, karena memang sudah dicanangkan sejak lama. Tol Trans Jawa mulai dari Merak sampai Surabaya harus bisa diresmikan pada Desember 2018. Selanjutnya adalah menyambung sampai dengan Banyuwangi.

“Kalau kita bisa jalankan seluruh itu memang pertumbuhan ekonomi kita akan  meningkat. Saya berterima kasih sekali kepada Jasa Marga, Waskita Karya dan para BUMN Karya juga para kontraktor lainnya yang sudah bekerja keras,” kata Rini dalam rilisnya sesaat sebelum memulai flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa. (awo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*