Ada Debat Pilpres, Aksi Pemadaman Listrik ‘Earth Hour’ Diundur

hour
sosialisasi earth hour di CFD | Foto: radar solo

JoSS, SOLO – Acara Debat Pilpres secara kebetulan bertepatan dengan Earth Hour di tahun ini, yaitu Sabtu (30/3). Oleh sebab itu, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta acara Earth Hour yang diundur menjadi minggu (31/3).

“Berdasarkan masukan masyarakat, mereka meminta earth hour diundur besoknya atau pada Minggu. Karena mereka ingin berpartisipasi tapi debat masih berlangsung pada pukul 20.30 WIB – 21.30 WIB,” kata Rudy, panggilan akrab Wali Kota Solo, di Loji Gandrung, seperti yang dilansir dari solopos.com, Jumat (29/3).

Rudy mengatakan, acara seremonial tetap diizinkan berlangsung pada Sabtu, namun pemadaman dilakukan Minggu.

“Kami sudah menyebar surat edaran [SE] mengenai pemadaman earth hour itu, nah, masyarakat memberi masukan kalau ingin nonton debat. Karena itu kami ingin ada pembicaraan lagi,” tambahnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, lanjutnya, turut berpartisipasi dalam earth hour dengan memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di titik sentral, lampu Balai Kota, Loji Gandrung, dan sejumlah bangunan lain.

“Kami belum menghitung sejauh mana gerakan ini berpengaruh terhadap tagihan listrik. Prinsipnya, kami mendukung semua gerakan positif,” ucap Rudy.

Baca juga: Debat Pilpres 2019 Tarung Bebas, Tanpa Timer Di Segmen 4

Dijumpai terpisah, Panitia Earth Hour Solo, Ivan Rochmat mengatakan, kampanye global hemat energi serta pengurangan pemanasan global tersebut dilakukan serentak di seluruh dunia, sehingga tak bisa ditunda. Di sisi lain, antusiasme masyarakat menyaksikan debat capres juga patut dihargai. Harapannya, kedua event dapat digelar bersamaan, meski kurang maksimal.

“Tahun ini adalah tahun ke-7 di Solo dengan puncak peringatan digelar di Pendhapi Gede, Kompleks Balai Kota. Akan ada beberapa penampil sanggar tari, gabungan mahasiswa, serta berbagai komunitas yang tergabung dalam kolaborAKSI. Di titik ini kami akan menyalakan lilin saat pemadaman lampu. Masyarakat yang berpartisipasi boleh mengunggah foto ke media sosial dengan tanda pagar [tagar] SoloPetengan,” kata dia, dalam jumpa pers di Balai Kota, Kamis (28/3).

Perlu diketahui, kampanye Earth Hour adalah kampanye demi menyadarkan masyarakat bahwa perubahan iklim itu nyata adanya. Perubahan ini mesti direspon dengan penghematan energi. Mematikan lampu sejam adalah simbol, tapi tindakan kecil sehari-hari adalah langkah besar memperpanjang umur Bumi. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*