PLTU Cilacap Beroperasi Penuh September Mendatang

PLTU
Presiden Joko Widodo bersama menteri meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 660 MW di Desa Karangkandri, Slarang, dan Manganti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah | Foto: ketaketikcom

JoSS, CILACAP – Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 660 MW di Desa Karangkandri, Slarang, dan Manganti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sistem pelistrikan Jawa Bali bakal mendapatkan tambahan 660 MW setelah beroperasinya PLTU September mendatang.

“Saya sangat menghargai PLTU Cilacap, ini besar sekali (kapasitasnya) dan menambah suplai energi listrik baik di Jawa maupun Bali,” kata Presiden saat peresmian PLTU tersebut, Senin (25/2).

Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan  mengatakan pembangkit yang menempati area seluas kurang lebih 38,28 hektare tersebut dikembangkan oleh anak perusahaan PLN yakni PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan juga dikembangkan PT Sumber Segara Primadaya (S2P).

“Terdapat peluang penambahan pelanggan baru hampir 700 ribu atau tepatnya 682 ribu dengan tambahan 660 MW untuk sistem Jawa Bali,” katanya.

Ia menambahkan hal itu sejalan dengan kebutuhan akan listrik yang semakin tinggi serta upaya nyata PLN dalam mengejar target rasio elektrifikasi 99,9 persen pada 2019.

PLTU Cilacap Ekspansi 1, kata Jonan, menggunakan teknologi Super-Critical Boiler berbahan bakar batubara Low Range dan dilengkapi dengan Electristastic Precipitat or dan Flue Gas Desulpurization yang didesain untuk dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.

Proyek tersebut menelan biaya investasi sebesar US$ 899 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 800 orang pada saat masa beroperasinya.

Selain itu PLN melakukan percepatan pada pembangunan PLTU Cilacap Ekspansi Tahap II kapasitas 1×1.000 MW. Pembangkit ini dikembangkan oleh PLN dan PT Sumber Segara Primadaya (S2P).

Baca juga: PLTSa Suwung Mulai Dikerjakan Awal Tahun Ini

Target operasi proyek ini semula Agustus 2020, dipercepat menjadi September 2019. Namun saat ini berhasil selesai keseluruhan di awal 2019 dan tengah dalam tahap uji coba mesin.

Dari biaya investasi hingga US$ 1,4 miliar, dan dampak dari percepatan COD memberikan potensi penghematan biaya operasi PT PLN (Persero) sebesar kurang lebih Rp1 triliun dan penyerapan tenaga kerja di PLTU mencapai 4200 orang. PLTU ini juga diperkirakan akan menyuplai listrik bagi pelangggan baru sebanyak 1.050.000 pelanggan rumah tangga 900 VA.

“Pengoperasian kedua pembangkit tersebut sebagai upaya nyata PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Dan memenuhi kebutuhan tenaga listrik, tidak hanya untuk Provinsi Jawa Tengah saja, tetapi juga bagi sistem kelistrikan Jawa-Bali,” kata Direktur Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.

Hal ini mengingat bahwa sistem kelistrikan Jawa-Bali telah terinterkoneksi dengan baik, sehingga akses listrik kepada masyarakat semakin luas jangkauannya.

Secara keseluruhan grand total investasi proyek kelistrikan di Cilacap meliputi Adipala 660 MW (sudah beroperasi), Cilacap 1 dan 2 kapasitas (2×300) MW (sudah beroperasi), Cilacap Ekspansi 1 kapasitas (1×660 MW) (sudah beroperasi), dan Cilacap Ekspansi 2 Kapasitas (1×1000 MW) (masa uji coba). Tenaga kerja yang diserap untuk mengoperasikan enam PLTU dengan kapasitas 2.920 MW yang ada di Cilacap sekitar 6.000 orang.

Supervisor Proyek PT Sumber Segara Primadaya selalu pengelola PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 megawatt (MW) Sutikno.

“Nanti, sekitar bulan September atau Oktober 2019, kami targetkan bisa produksi secara maksimal sebesar 2.260 MW,” katanya,” seperti dikutip dari Antara. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*