JoSS, PURBALINGGA – Pembangunan Bandara Jendral Besar Soedirman yang mulai dilaksanakan Januari ini dinilai mampu menarik minat investasi di Purbalingga. Hal itu terlihat dari pencapaian investasi pada 2018 yang melebihi target rencana straregi yaitu 132,52%.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga Mukodam mengatakan pembangunan bandara dan adanya exit tol Pemalang-Batang memberikan kontribusi besar bagi iklim investasi di Purbalingga.
“Selain rencana pembangunan Bandara, pembukaan exit tol Pemalang juga memberi pengaruh besar terhadap keyakinan investor untuk menanamkan modalnya di Purbalingga,” katanya seperti dirilis Tribunjateng.com, belum lama ini.
Dia pun berharap iklim investasi di Purbalingga tetap kondusif. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusi investasi di daerah sehingga investor percaya dan berinvestasi di Purbalingga. Peningkatan investasi tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Purbalingga.
“Mari kita terus tingkatkan stabilitas iklim invistasi di wilayah ini. Kondusifitas investasi adalah tanggung jawab semua lapisan masyarakat. jika daerahnya kondusif dan baik tentunya investor akan percaya dan menanamkan modalnya di Purbalingga,” ujarnya.
lebih lanjut dia menjelaskan nilai investasi di Kabupaten Purbalingga mengalami kenaikan di tahun 2018 dengan nilai Rp 622,8 miliar atau melampui target 132,52 persen dari yang ditetapkan dari Renstra Rp 470 miliar.
Realisasi investasi di tahun 2018 senilai Rp 622, 8 miliar meningkat di atas 10 persen dibanding tahun 2017 dengan nilai investasi sebesar Rp 547,46 miliar.
Baca juga: Desain Bandara Purbalingga Padukan Arsitektur Modern dan Tradisional
Menurut dia, selain karena Bandara JB Soedirman, membaiknya iklim investasi di wilayah ini juga karena keamanan dan kondusivitas daerah ini terjaga sehingga investor percaya menanamkan modalnya.
Selain itu, dia menambahkan, naiknya nilai investasi di Purbalingga juga dikarenakan terpenuhinya aksesibilitas yang mendukung kegiatan investasi.
Jalan dan jembatan yang menghubungkan antar Kecamatan diklaim sudah bagus serta lebar. Pembangunan Bandara Jendneral Besar Soedirman (BJBS) baru dilakukan pada Januari 2019 ini.
Awal pembangunan fisik itu ditandai dengan pembangunan kantor proyek. Adapun kegiatan pembangunan lainnya akan berjalan paralel. Pembangunan sisi darat berupa sarana penunjang Bandara rencananya akan dimulai akhir Februari 2019.
Sebagaimana diketahui, pembangunan BJBS sebagai bandara komersial telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Purbalingga pada 23 April 2018 lalu. Bandara dibangun dengan landas pacu sepanjang 2.500 meter x 30 meter.
Namun, untuk tahap pertama, landas pacu akan dibuat sepanjang 1.600 meter x 30 meter.
Data dari Dinas Perhubungan (Dinhub) Purbalingga, dengan luas demikian, bandara mampu melayani pesawat jenis ATR-72. Adapun terminal seluas 3.000 meter persegi yang direncanakan pembangunannya akan mampu menampung 300.000 penumpang per tahunnya.
Pembangunan BJBS menjadi bandara komersil diharapkan menjadi penopang aktivitas ekonomi di Provinsi Jawa Tengah bagian barat dan selatan. (Wiek/lna)

Leave a Reply