Persiapan Mudik Jasamarga Selesaikan 27 Rest Area Trans Jawa

Trans Jawa
Ilustrasi | Foto: sindonews

JoSS, JAKARTA – PT Jasa Marga Properti menargetkan penyelesaian 27 tempat peristirahatan dan pelayanan (TIP) di ruas tol Trans Jawa. Langkah yang dilakukan anak usaha PT Jasa Marga itu untuk mempersiapkan musim mudik Lebaran tahun ini.

Direktur Teknik JMP Tita Paulina Purbasari mengatakan sebanyak enam TIP sudah dibuka dengan fasilitas pelayanan terbatas sambil menunggu penyelesaian. Keenam TIP berlokasi di ruas Batang – Semarang dan Solo – Ngawi.

Dia menjelaskan realisasi hingga Februari 2019, JMP telah mengoperasiikan delapan TIP di lima ruas jalan tol.

“Kami menargetkan sebelum Lebaran sudah bisa beroperasi. Tidak semua rest area berukuran besar atau tipe A, tapi ada juga yang kecil, tipe B,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com, Rabu (13/2).

Untuk diketahui, TIP dibagi ke dalam tiga tipe sebagaimana diatur Peraturan Menteri Nomor 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol. Tipe A merupakan tipe dengan fasilitas paling lengkap dengan luas minimal 6 hektare.

Fasilitas yang harus ada di dalam TIP tipe A yaitu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), anjungan tunai mandiri (ATM), toilet, klinik kesehatan, bengkel, dan kios. Selanjutnya minimarket, mushola, SPBU, restoran, ruang terbuka hijau dan sarana parkir. Sementara itu, luas dan fasilitas tipe B dan tipe C di bawah standar tipe A.

Seperti diketahui, JMP mengeluarkan investasi Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun untuk pembangunan rest area di beberapa ruas jalan tol dalam 3 tahun terakhir.

Baca juga: Putera Mulya Operasikan Bus Tol Trans Jawa, Jakarta-Semarang Rp50 ribu

Direktur Keuangan dan Pengembangan JMP, Dian Takdir Badrsyah, mengatakan investasi tersebut digunakan untuk membiayai konstruksi TIP di seluruh Indonesia, mulai dari lintas Trans Jawa dan di luar Jawa. Dia menyebutkan investasi bisa meningkat karena ada permintaan dari penyewa baru di beberapa TIP.

Secara umum biaya konstruksi per meter persegi mencapai Rp4 juta. TIP yang dibangun JMP, lanjut Dian, memiliki luas yang berbeda, tergantung pada tipe TIP. Untuk diketahui, TIP dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan luas area dan fasilitas pelayanan.

“Total ada 31 TIP yang kami bangun dalam 3 tahun. Investasinya Rp1,1-Rp1,2 trilun,” ujar.

Dia menuturkan secara umum titik impas dari investasi yang dikeluarkan atau break even point dalam pengusahaan TIP mencapai 8 hingga 10 tahun. Dia menyebutkan jangka waktu pengembalian investasi yang panjang menjadi tantangan karena sebagian besar penyewa di TIP perseroan dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut Dian, kalangan UKM belum terbiasa melakukan kontrak jangka panjang. Rata-rata durasi kontrak sewa dengan UKM baru 1 tahun. Namun, dia optimistis pelaku usaha UKM di TIP perseroan bisa terus berkembang. Secara keseluruhan, alokasi untuk UKM di TIP milik JMP mencapai 70%.

“Pesan Presiden jelas, kami wajib membina UMKM. Kami juga kerja sama dengan bank BUMN yang punya mitra binaan,” tuturnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*