Keuntungan Jualan Sabun Pesanan Presiden Mau Buat Umrah

Jokowi
Eli Liawati, KPM PKH yang memproduksi sabun cuci di iborong Presiden Joko Widodo senilai Rp2 miliar pada pencairan bansos PKH di Garut Jawa Barat, Sabtu | Foto: antara/jpp.go.id

JoSS, GARUT – Sabun cuci peralatan makanan yang dipesan Presiden Jokowi senilai Rp2 miliar saat berkunjung ke Garut pertengahan Januari lalu kini telah dikirim ke Jakarta sesuai target waktu yang ditetapkan.

Sebanyak 100.000 botol sabun cuci peralatan makan itu produk dari kelompok usaha Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Alhamdulillah selesai, semuanya 100.000 botol sesuai dengan pesanan Pak Presiden,” kata Eli Liawati, salah seorang pembuat sabun cuci pesanan Presiden Jokowi di Garut, Kamis (28/2), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, kelompok usaha yang tergabung dalam PKH di Banjarwangi memiliki produk usaha sabun yang ditekuni oleh ibu-ibu penerima PKH.

Sejak mendapatkan pesanan senilai Rp2 miliar dari Presiden, kata Eli, semua kelompok usaha langsung bekerja bersama-sama agar permintaan tersebut terpenuhi sesuai pesanan dan waktu yang diminta. “Akhirnya sabun bisa selesai dan hari Rabu pesanan telah dikirimkan ke Jakarta,” katanya.

Baca juga: Gudeg Adem Ayem, Langganan Para Presiden

Ia mengungkapkan, awalnya ia tidak percaya mendapatkan pesanan dari Presiden Jokowi, bahkan sempat khawatir pesanan yang banyak itu tidak dapat terpenuhi.

Namun hasil kerja keras Eli dibantu dengan 40 anggota PKH dan beberapa orang tetangga yang tidak menerima PKH, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. “Kepikiran terus, takut tidak memenuhi target, tapi alhamdulillah bisa,” katanya.

Ia mengatakan, dana untuk pembuatan sabun cuci itu sudah diterimanya sebesar 75% atau sebesar Rp1,5 miliar, dana tersebut sudah digunakan untuk membeli bahan baku, membayar pekerja, termasuk ongkos mengirim sabun.

Setelah mendapatkan pesanan dari Presiden, Eli saat ini mengundurkan diri sebagai penerima PKH, dan akan terus melanjutkan usaha sabun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Eli menambahkan, hasil penjualan sabun itu akan digunakan untuk pemberdayaan anggota PKH, dan memperbaiki madrasah di depan rumahnya yang terbakar pada tahun lalu.

“Nanti juga kalau masih ada uangnya mau buat umroh orang tua dan mertua saya, dan sama modal usaha,” katanya.

Sebelumnya, Eli bersama anggota PKH lainnya dari beberapa daerah di Kabupaten Garut diundang untuk memamerkan produk usahanya pada acara PKH yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Gedung Serba Guna Mandala, Kecamatan Garut Kota.

Presiden Jokowi yang menghadiri acara itu sempat berkeliling melihat hasil karya usaha penerima PKH, termasuk melihat produk sabun cuci produk rumahan yang diproduksi Eli.

Saat itu juga Presiden Jokowi memesan sabun kemasan botol seharga Rp20.000 itu untuk dibuatkan sebanyak 100.000 botol atau senilai Rp2 miliar. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*