JoSS, JAKARTA – Serikat Pekerja PT Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) ancam akan menggelar aksi demonstrasi kepada PT Pos Indonesia (Persero) pada Rabu (6/2) mendatang. Mereka akan menuntut jajaran direksi mundur dari kursi jabatannya pasca keterlambatan gaji bulan lalu.
Seperti diketahui, gaji karyawan Pos Indonesia yang jatuh tempo pada 1 Februari 2019 belum dibayarkan hingga ini. Namun, dalam keterangan resminya, manajemen berjanji akan membayarkan gaji karyawan besok, Senin 4 Februari 2019.
Sekretaris Jenderal SPPI KB Hendri Joni mengatakan direksi yang menjabat tidak mampu membenahi dan membawa maju perusahaan pelat merah tersebut.
Alih-alih maju, di bawah kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama Pos Indonesia, pembayaran gaji malah mandek.
“Keputusan SPPI KB sudah bulat untuk tetap aksi 6 Februari 2019 sesuai kesepakatan. Intinya, kami minta BoD (direksi) saat ini hengkang, karena sudah 3 tahun memimpin tidak ada kemajuan dan perbaikan,” ujarnya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (3/1).
Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Benny Otoyo melalui keterangan resminya mengatakan pihaknya baru akan membayarkan gaji karyawannya besok, Senin (4/2).
Baca juga: DPRD Jateng Siapkan Sanksi Penundaan Gaji Bagi yang Lalai Lapor LHKPN
“Terkait gaji karyawan yang sempat tertunda, dengan berbagai daya upaya, direksi menjamin perusahaan akan segera membayarkan gaji pada 4 Februari 2019,” tuturnya.
Dia menegaskan agar seluruh karyawan dan Serikat Pekerja (SP) dapat saling bekerja sama dan menjaga keharmonisan hubungan industrial, termasuk juga menjaga nama baik perusahaan di mata pelanggan dan stakeholders.
“Segala hal yang menyangkut masalah internal perusahaan hendaknya seluruh jajaran dapat saling menghormati dan dapat menyelesaikan dengan baik melalui mekanisme yang telah disepakati tanpa melakukan tindakan kontra produktif,” imbuhnya.
Saat ini, Pos Indonesia mengaku tengah berusaha memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Perseroan juga tengah melaksanakan transformasi, mengikuti perubahan landscape industri kurir dan logistik, maupun jasa keuangan, seiring perubahan teknologi yang cepat, regulasi, dan kompetisi yang kian ketat.
“Program dan strategi yang dilakukan tersebut mutlak mendapat dukungan dari semua pihak di dalam perusahaan, termasuk karyawan dan SP, apabila perusahaan masih diharapkan untuk terus exist (ada),” jelasnya. (lna)

Leave a Reply