Warga Dari 7 Desa Di Kebumen Masih Bertahan Dipengungsian

bertahan di pengungsian
Ilustrasi banjir | Foto: google

JoSS, KEBUMEN – Tujuh desa dari tiga kecamatan di Kebumen masih tergenang banjir. Akibatnya sebagian besar warganya, atau tepatnya 769 warga dari 261 keluarga masih bertahan di pengungsian, Jumat (18/1).

Warga yang masih terdampak banjir berada di Desa Wirogaten, Kecamatan Mirit 76 jiwa, Desa Sidobunder, Madurejo, Sitiadi, Sidodadi Kecamatan Puring 525 jiwa. Kemudian Desa Aduluhur, Kecamatan Adimulyo sebanyak 34 jiwa dan Desa Sugihwaras 134 jiwa.

Warga mengungsi di sejumlah titik, seperti di kantor Kecamatan Puring, MI Wirogaten, di rumah kepala dusun. Adapun logistik ditangani oleh tim dapur umum MDMC, BPBD dan Tagana.

Walsi (48) warga Dusun Kepudang, Desa Madureja, mengaku masih bertahan di pengungsian Kantor Kecamatan Puring, lantaran air masih merendam rumahnya. Lagi pula akses jalan masih sulit dilalui karena ketinggian air masih 50 cm.

“Kalau nekat di rumah takut banjir makin tinggi dan terjebak,” ujar Walsi mengaku delapan tahun terakhir dua kali mengungsi akibat banjir seperti dirilis Suaramerdeka.com.

Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz bersama anggota Forkopimda, meninjau posko pengungsian untuk mengetahui kondisi para pengungsi. Wabup juga berdialog dengan para pengungsi terkait kebutuhan yang diperlukan para pengungsi.

“Saya minta warga tidak khawatir rumah yang ditinggalkan, karena dijaga oleh aparat keamanan,” ujar Yazid Mahfudz.

Baca juga: Banjir Longsor Landa Kebumen Ribuan Warga Mengungsi

Dusun Bulusari Desa Madurejo Kecamatan Puring, Kebumen, Jawa Tengah tak ubahnya sebuah pulau terpencil di tengah lautan.

Dari kejauhan, daratan pemukiman yang rimbun pepohonan itu dikelilingi air yang menggenang tenang. Tak terlihat ada akses menuju daratan itu.

Tentu bukan pulau yang sebenarnya untuk mengistilahkan daratan itu, melainkan sebuah dusun padat rumah yang dikepung genangan banjir.

Banjir menutup daratan sekitar dusun, termasuk lahan pertanian dan jalan akses menuju pemukiman. Hingga nyaris semuanya tampak sebagai hamparan air.

Saat kondisi normal, dusun itu tersambung dengan dusun lain di sekitarnya. Kala banjir parah melanda, akses itu terputus.

Dusun Bulusari kini terisolasi dari dunia luar. Dari lima dukuh terdampak banjir di Desa Madurejo, dusun Bulusari terdampak paling parah.

Sebagian warga dari 40 an Kepala Keluarga (KK) yang menghuni dusun itu masih tertahan di rumahnya. Penduduk terjebak banjir yang menggenangi wilayah mereka. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*