Banjir Longsor Landa Kebumen Ribuan Warga Mengungsi

Kebumen
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, KEBUMEN – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kebumen membuat air sungai meluap dan beberapa titik tanggul jebol. Akibatnya Puluhan desa dilanda banjir dan tanah longsor Rabu (16/1) malam . Ribuan warga dari berbagai desa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini, berdasarkan data BPBD Kebumen, sebanyak 2.642 jiwa mengungsi. Beberapa titik pengungsian dan dapur umum didirikan oleh petugas untuk menampung mereka.

Humas  BPBD Kebumen, Heri Purwoto mengatakan luapan air sungai masuk ke permukiman warga. Tinggi genangan air yang masuk ke desa bervariasi, dari 40 cm hingga lebih dari 1 meter. Selain itu, terjadi tanah longsor yang merusak rumah warga.

“Banjir di Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, terdapat 10 pedukuhan yang terdampak banjir, kurang-lebih ada 1.116 jiwa. Pengungsian berada di enam titik dan dapur umum berada di balai desa,” kata juru bicara BPBD Kebumen, Heri Purwoto ketika dihubungi detikcom, Rabu (16/1/2019) malam.

Titik terparah lain terjadi di Pondok Pesantren Al-Falah dan Al-Kahfi, Dusun Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen. Hujan lebat sejak semalam mengakibatkan pondok tersebut tergenang air kurang-lebih 1 meter. Warga setempat yang mengungsi sekitar 1.000 jiwa, dan dapur umum didirikan di kantor BPBD Kebumen.

“Sedangkan di Desa Roworejo ada 426 pengungsi. Titik pengungsian berada di RT 07 RW 01 Dukuh Kaliwaluh, Desa Roworejo, Kecamatan Kebumen,” lanjutnya.

Baca juga: Musim Hujan Waspadai Banjir , Tanah Longsor Dan Pohon Tumbang

Banjir sebelumnya melanda Kecamatan Adimulyo. Beberapa desa terendam air antara lain Desa Meles, Karangkemiri dan Plarangan. Desa lain yang ikut terendam adalah Desa Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Desa Wanareja Kecamatan Karanganyar, Desa Karangmalang Kecamatan Buayan, Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng, serta Desa Aditirto di Kecamatan Pejagoan.

Selain desa tersebut di atas, masih ada desa lain yang juga terkena banjir seperti Desa Rangkah Kecamatan Buayan, di Kecamatan Ayah ada Desa Ayah, Desa Pasir, dan Desa Demangsari. Kemudian di Kecamatan Sruweng banjir terjadi di Desa Karang Pule, dan di Kecamatan Kebumen ada Desa Jatisari.

Banjir terus meluas hingga menggenangi puluhan desa di Kebumen. Di Kecamatan Kutowinangun, dua desa terendam banjir yakni Desa Karangsari dan Desa Kuwarisan.

“Sedangkan di Kecamatan Klirong yang terendam ada Desa Kedungwinangun, kemudian di Pondok Pesantren Al Kafi Somalangu terendam air sekitar 1 meter karena hujan lebat dari tadi malam. Terus Desa Sidomulyo Kecamatan Karanganyar dan Desa Buayan Kecamatan Buayan,” kata Heri, seperti dikutip dari Detik.com.

Untuk tanggul jebol berada di Desa Jogomulyo Kecamatan Buayan, Desa Caruban Kecamatan Adimulyo, dan di Desa Arjosari Kecamatan Adimulyo. Sedangkan sungai yang meluap antara lain sungai Karanganyar, Kedungbener, Dilem, Demangsari, dan Adiraja.

“Titik longsor juga terus bertambah, sampai sore ini ada sekitar 28 laporan titik longsor yang kami terima. Untuk rumah warga yang terkena longsor juga bertambah, totalnya sementara ada sekitar 22 rumah dan beberapa lainnya terancam. Longsor di titik lain juga menutup beberapa akses jalan. Laporan pohon tumbang juga terus bertambah,” imbuh Heri. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*