JoSS, SEMARANG – Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang memprediksi puncak musim hujan terjadi pekan ini, mulai Rabu (23/1) ini hingga 30 Januari mendatang. Masyarakat Jawa Tengah diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi imbas tingginya curah hujan disertai angin kencang.
“Waspadai dampak curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, longsor, angin kencang,” tutur Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang, Slamet Wiyono, Rabu (23/1).
Slamet menjelaskan saat ini muncul fenomena cuaca ekstrim di perairan Laut Jawa. Itu terjadi akibat tekanan udara rendah yang berpusat di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Samudera Hindia Selatan Jawa serta di sekitar Laut Timor. Selain memicu terjadinya hujan, juga menyebabkan munculnya angin kencang.
“Adanya pola tekanan rendah tersebut, di Laut Jawa bagian tengah, angin umumnya dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 10- 25 knot,” jelasnya.
Kencangnya angin, lanjut Slamet, menyebabkan ketinggian gelombang di perairan utara Jawa Tengah dan Laut Jawa bagian tengah bisa mencapai 2,5 hingga 4,0 meter. “Kondisi itu beresiko terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang. Dimohon agar masyarakat yang melakukan pelayaran di Laut Jawa agar selalu waspada,” pintanya.
Baca juga: BMKG : Waspadai Gelombang Tinggi Di Sepanjang Pantai Selatan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo menyatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada Selasa (22/01), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB hingga NTT.
Bersamaan dengan itu, masih kuatnya angin monsun dingin asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir, memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.
BMKG melalui tropical cyclone warning center (TCWC) di Jakarta juga tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam tiga hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrim berupa angin kencang, dapat mencapai diatas 25 knot.
Terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Senada Slamet, Mulyono menghimbau masyarakat tetap waspada dan siaga menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya dampak dari curah hujan tinggi yang memicu Bencana Hidrometeorologi. “Seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019,” pungkasnya. (Joy/lna)

Leave a Reply