
JoSS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menunjuk Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letnan Jenderal Doni Monardo menggantikan Kepala BNPB saat ini Willem Rampangilei.
Meski demikian, pelantikan yang sedianya dijadwalkan pagi ini pukul 09.00 WIB ditunda karena mendadak Presiden Jokowi ke Lampung.
”Mohon maaf, pelantikan Kepala BNPB, tidak jadi besok, ditunda. Barusan Mensesneg memberi tahu soal penundaan pelantikan Kepala BNPB yang baru. Pak Presiden mendadak harus ke Lampung,” kata Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Komunikasi Johan Budi SP dalam pesan singkat yang diterima JoSS.co.id Selasa (1/1) malam.
Doni sendiri baru sekitar 10 bulan menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional. Sebelum itu Doni menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Pangdam Siliwangi).
Willem menjadi kepala BNPB sejak 2015 lalu. Purnawirawan bintang dua TNI Angkatan Laut itu menggantikan Syamsul Maarif yang sudah menjadi Kepala BNPB sejak tahun 2008.
Sebelum menjadi kepala BNPB, Willem menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial.
Baca juga: Pelantikan Kepala Daerah Akan Dilakukan Dalam 5 Tahap Hingga 2019
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan informasi tersebut, meski demikian dia mengaku tidak tahu siapa penggantinya.
“Undangan pelantikan Kepala BNPB yang telah menyebar di sosial media itu benar. Saya tidak tahu siapa pengganti Kepala BNPB saat ini, Pak Willem Rampangilei dengan pengganti yang baru. Semua itu kewenangan Presiden,” kata Sutopo dalam keterangan resminya.
Dia menjelaskan jabatan kepala BNPB adalah setingkat menteri sehingga pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNPB adalah kewenangan Presiden.
Kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Fungsi BNPB sangat strategis karena BNPB memiliki fungsi koordinasi, komando dan pelaksana dalam penanggulangan bencana, baik tahap pra bencana, tanggap darurat dan pascabencana.
“Itu semua diatur dalam UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP No 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana,” tuturnya.
Dia menuturkan tidak mudah mengemban tugas sebagai kepala BNPB itu. Sebab bencana itu multi disiplin, multi sektor dan kompleks. Apalagi Indonesia berada di daerah ring of fire, daerah tropis, kepulauan dan sebagai laboratorium bencana.
“Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi bencana setiap tahunnya, rata-rata hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun, untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk unsur pemerintah pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha,” tuturnya.
Dia menyatakan siapapun yang menjadi Kepala BNPB kita harus dukung. Keluarga besar BNPB dan BPBD se-Indonesia siap menyambut dan mendukung Kepala BNPB baru. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB yang lama. (lna)

Leave a Reply