
JoSS, JOGJA – Marzuki Mohamad pencipta lagu Jogja Istimewa murka dan siap menempuh jalur hukum lantaran lagunya digubah sedemikian rupa dan dijadikan yel-yel untuk kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Ia menilai bahwa pengubahan lirik lagu ciptaannya tanpa izin dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum
Rapper yang sering disapa Kill The DJ ini melalui akun Instagramnya, (Senin 14/1) mengunggah sebuah video singkat yang memperlihatkan ibu-ibu tengah menyanyikan lagu Jogja Istimewa dengan lirik yang diganti dengan nama pasangan calon presiden 02 yang mereka dukung.
“Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut (Jogja Istimewa), membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum,” ujar Kill The DJ seperti dikutip dari Okezone.com.
Video yang kini viral di media sosial itu pun mampu memancing emosi Kill The DJ sebagai penciptanya. Bukan tanpa alasan, pria yang memiliki nama asli Marzuki Mohamad itu merasa tindakan tersebut telah merusak lagu yang syarat akan sejarah itu.
“Saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02,” sambungnya.
Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik,” tambahnya.
“Maling laguuuu !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres !!!,” tulis Marzuki Mohamad Senin (14/1).
Selain itu, Marzuki saat ini menunggu permintaan maaf dari pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang sudah mengubah lirik lagunya. “Aku tunggu hingga siang ini,” katanya.
Sementara itu, Sekber Keistimewaan DIY ikut mengecam tindakan yang dilakukan oleh pendukung paslon tersebut.
Baca juga: Manfaatkan Celah Hukum Bacaleg Makin Agresif Kampanye
“Menanggapi tindak plagiat yang dilakukan pendukung pasangan capres Prabowo Sandi yang menggubah lirik lagu ‘Jogja Istimewa’ tanpa sepertujuan pihak yang memiliki keterkaitan historis dengan momentum kemunculan lagu ‘Jogja Istimewa’ menilai perlu mengeluarkan sikap:
- Mengecam keras aksi plagiat tersebut sebagai perilaku yang menistakan karya seniman dan menadikan esensi sejarah dari lagu ‘Jogja Istimewa’.
- Mendukung langkah Marzuki Mohamad membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
- Menyerukan segenap komponen bangsa –terlebih menghadapi Pemilu 2019– agar berpolitik dengan mengedepankan etika moral dan tunduk pada perundang-undangan berlaku.Lagu Jogja Istimewa juga pernah diperdengarkan di sidang rakyat Yogyakarta yang menentang Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta oleh Pemerintah Pusat, 13 Desember 2010, hingga acara peringatan berpindahnya Ibu Kota Republik Indonesia, 4 Januari 2011.
Lagu berirama hip hop dengan groove tradisional tersebut banyak diputar di rumah-rumah warga, kawasan pertokoan, radion, hingga acara-acara besar.
Tak banyak yang tahu jika lirik lagu Jogja Istimewa bersumber dari kalimat yang diucapkan para tokoh perjuangan kemerdekaan RI.
Bahkan 70 persen lirik Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh tersebut.
Di antaranya Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX , Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono, dan lainnya. (lna)

Leave a Reply