Kunjungi Puskesmas Karangmalang Mijen, Iriana Kampanyekan IVA

JoSS, SEMARANG – Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Puskesmas Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (4/1).

Kehadiran Iriana di puskesmas paling ujung barat Semarang tersebut untuk mengkampanyekan inspeksi visual asam asetat (IVA).

Datang bersama rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, Iriana disambut meriah oleh para pasien tes IVA yang tengah antre di ruang tunggu.

“Tadi sudah diterangkan ibu dokter, ibu-ibu ke sini tidak dipaksa, kan? Tidak cemas kan?,” tanya Iriana. Sontak pasien puskesmas yang didominasi kalangan ibu ini kompak menjawab,”tidak.”

Iriana lantas memberikan pengarahan sekaligus motivasi ke ibu-ibu pasien untuk tidak ragu melakukan IVA.

“Semoga hasilnya baik semua. Ini juga untuk suami, ibu sehat suaminya ikut senang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Riana juga bertatap muka dengan puluhan anak panti asuhan dan pelajar Mijen. Ibu negara mengajak anak dan orang tua untuk selalu mengonsumsi susu.

Usai di Puskesmas Karangmalang, ibu negara menyapa pelajar SD Al Azhar 29 Mijen di acara sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba.

Baca juga: Umrah, Paman Presiden Jokowi Meninggal Dunia di Jeddah

Berlanjut santap siang dan berkeliling di Kebun Buah Purwosari dan ditutup dengan menikmati eksotisme bangunan Lawang Sewu.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan tahun 2018 ditemukan 161 penderita kanker leher rahim (serviks).

“Angka prevelensinya lebih dari itu tapi kita baru ketemu angka segitu,” katanya.

Dijelaskan, IVA adalah satu metode awal untuk mendeteksi kanker serviks. Digaungkan Iriana Jokowi beserta OASE sejak 2017.

“Organnya hanya dilihat, nanti dikasih asam asetat akan kelihatan kalau ada kelainan yang menjurus kanker serviks,” terang dia.

Kota Semarang telah melaksanakan tes IVA terhadap sekitar 2.450 ibu atau perempuan yang sudah menikah. Hasilnya, 81 perempuan terdeteksi awal kena kanker serviks.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pap smear, hanya 10 yang dinyatakan positif.

“Saat ini dalam proses terapi. Kalau sejak awal penyakitnya sudah diketahui maka lebih mudah disembuhkan dengan terapi,” pungkasnya. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*