Hampir 200 Sekolah di Pekalongan Diliburkan, Try Out Ditunda 

JoSS, PEKALONGAN – Hampir 200 sekolah mulai TK sampai SMP di Pekalongan meliburkan kegiatan belajar mengajar karena sekolah dan akses menuju ke sekolah tergenang banjir, Senin (28/1).

Banjir bandang itu merendam 25 dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekalongan pada Senin (28/1), total ada sekitar 200 sekolah diliburkan.

Rinciannya 29 SD dari 101 SD dan 20 SMP dari 27 SMP diliburkan. Yang lebih parah hampir separuh dari 303 PAUD/TK/RA tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat banjir.

Padahal Senin (28/1), sejumlah sekolah tengah menyelenggarakan try out bagi siswa kelas VI SD dan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi siswa tingkat SMP. Kegiatan itu ditunda.

Sekolah yang meliburkan kegiatan belajar mengajar di antaranya SDN Pasirsari 01 dan SDN Pasirsari 02.

Kepala SDN Pasirsari 01, Fatchun Noer mengatakan, hari itu seharusnya siswa kelas VI SDN Pasirsari 01 melaksanakan try out mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Di SDN Pasirsari 01, siswa yang seharusnya melaksanakan try out 19 siswa. Namun hari itu, siswa yang datang hanya tiga orang.

‘’Karena seluruh ruang kelas tergenang, dan sebagian siswa mengungsi, pelaksanaan try out ditunda,’’ terangnya.

Begitu pun di SDN Pasirsari 02. Pelaksanaan try out bagi 12 siswa SDN Pasirsari 02 juga ditunda karena kondisi sekolah tidak memungkinkan dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Baca juga: Banjir, Puluhan Pasien RSUD Batang Dievakuasi

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekalongan pada Senin (28/1), dari 101 SD, tercatat 29 SD tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena sekolah dan akses menuju sekolah tergenang banjir.

Sementara pada jenjang SMP, tercatat 20 sekolah dari 27 sekolah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Adapun di tingkat PAUD/TK/RA, hampir 50 persen dari 303 PAUD/TK/RA tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat banjir.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso mengatakan meskipun sejumlah sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung normal.

“Karena sebagian siswa berasal dari daerah terdampak banjir, jadi kegiatan belajar mengajar tidak bisa diikuti 100 persen siswa. Selain itu, ada juga sekolah yang memulangkan siswanya lebih awal, pukul 12.00,’’ jelasnya.

Sementara itu, kegiatan try out yang tertunda akan dijadwalkan ulang pada pekan depan.

Adapun bagi SMP yang tidak bisa melaksanakan simulasi UNBK, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah tersebut, kapan akan melaksanakan pergantian simulasi UNBK. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*