JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng membentuk Tim Percepatan pembangunan jalan Tol Semarang-Demak menyusul adanya lelang ulang terkait revisi penetapan lokasi. Tol yang juga berfungsi sebagai tanggul laut Jawa tersebut bertambah panjangnya dari semula 24 km menjadi 27 km.
Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Provinsi Jateng Peni Rahayu mengatakan penetapan lokasi Tol Semarang- Demak telah direvisi dengan adanya penambahan 3 kilometer pada ruas tersebut.
Untuk itu, lanjutnya Pemprov Jawa Tengah pun membentuk tim untuk mempercepat realisasi tol tersebut. Saat ini, proses pembangunan jalan tol sekaligus tanggul laut pantai utara itu menunggu proses lelang ulang.
Baca juga: Pemenang Tender Proyek Tol Semarang-Demak Diumumkan Februari
Menurut dia, tim percepatan itu, terdiri atas satuan kerja perangkat daerah yang terkait dengan infrastruktur, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
”Kewajiban kami untuk percepatan adalah menyusun revisi penetapan lokasi dan dokumen, serta izin lingkungan. Semua kewajiban Pemprov sudah dilaksanakan melalui tim percepatan. Begitu ada investor tinggal jalan,” ujarnya, Selasa (15/1), seperti dikutip dari Suaramerdeka.com.
Dia menambahkan sebelumnya, tol Semarang- Demak telah dilelangkan, tetapi ada perubahan fungsi.
Jika semula hanya sebagai pemecah jalur pantura, fungsi jalan bertambah, yakni terintegrasi dengan tanggul laut. Karena itu, harus dilelang ulang. Terlebih, nominal dan DED-nya juga berubah.
Peni menjelaskan setelah perubahan rute, panjang tol Semarang-Demak bertambah 3 km atau dari semula 24 km menjadi 27 km. Lahan yang dibutuhkan juga bertambah 346 ha, dari rencana semula 189 ha menjadi 535 ha.
Sesuai rencana, tol terdiri atas dua seksi. Seksi I dengan panjang 4 km melintasi Kecamatan Genuk, Kota Semarang (Kelurahan Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, dan Trimulyo).
Seksi II dengan panjang 23 km, melintasi empat kecamatan di Kabupaten Demak, yakni Sayung (Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, Tambakroto), Karangtengah (Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, Grogol), Wonosalam (Desa Karangrejo, Wonosalam, Kendaldoyong), dan Kecamatan Demak (Desa Kadilangu).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Pemprov Jateng Hanung Triyono mengatakan, tahap prakualifikasi lelang telah dilakukan.
Harapannya, target pembangunan tol tidak meleset. Tahap prakualifikasi itu untuk memastikan calon penyedia barang/ jasa sebagai calon investor memiliki kualifikasi serta kompetensi sesuai. (lna)

Leave a Reply