
JoSS, SEMARANG – Aparat berwenang diminta mengusut tuntas penyebaran Tabloid Indonesia Barokah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno wilayah Jawa Tengah (Jateng) menilai isi tabloid itu merugikan pasangan calon presiden nomor urut 02.
“Tabloid ini provokatif, mengujar kebencian, mengadu-domba umat sehingga berbahaya kalau dibiarkan. Harus diselidiki dan ditemukan siapa pembuatnya,” desak Ketua BPN Prabowo-Sandi Wilayah Jateng Abdul Wachid di kantor DPD Partai Gerindra Jateng, Semarang, Kamis (24/1).
Wachid mengatakan bukan hal sulit bagi KPU dan Bawaslu maupun kepolisian untuk mengetahui asal usul pengirim tabloid tersebut. Terlebih penyebaran masif Indonesia Barokah ke sejumlah wilayah Jateng dilakukan lewat jasa Pos.
“Dengan melacak identitas pengirim serta lokasi pengiriman awal,” ujar dia.
Meski begitu, pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu enggan mencurigai kubu lawan berada di balik kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah.
“Kami tidak mau mencurigai kubu sebelah tapi yang jelas ini meresahkan masyarakat sehingga yang membuat harus diadili agar konstelasi politik tetap adem,” tegas dia.
BPN Prabowo-Sandi Jateng berencana melaporkan kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah ke KPU-Bawaslu dan Polri.“Hari ini tim advokasi kami terus mencari barang bukti di daerah-daerah seperti Cilacap dan Banyumas,” imbuhnya.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro menambahkan pihak kepolisian harus bersikap proaktif dalam menangani kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah. “Agar tuntas dan tidak terulang,” sambung dia.
Baca juga: Logistik Pemilu Beres , Bawaslu : Simpan Di Area Bebas Banjir
Senada dengan koleganya, Sriyanto menyebut konten provokatif ditunjukkan dengan framing ada kelompok yang dianggap paling baik. Dan sebaliknya, kelompok lain dihubungkan dengan ISIS.
“Ini bahaya, artikel tersebut bisa menjadi triger memecah belah Islam di Indonesia,” ucap dia.
Sriyanto mengimbau agar seluruh relawan dan tim pemenangan Prabowo-Sandi tetap fokus pada kemenangan Pemilu 2019, tidak ikut panas menanggapi sentimen provokasi tersebut.
“Sudah ada Bawaslu yang menangani, mari kita fokus pada pemenangan Pemilu 2019,” tutupnya. (Joy/lna)

Leave a Reply