100 Lapak PKL Barito Dibongkar Paksa Pekan Ini 

JoSS, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang akan membongkar sekurangnya 100 kios PKL Barito di Kelurahan Karangtempel pekan ini. Pasalnya, penataan infrastruktur ke lapak relokasi di MAJT sudah mulai dikerjakan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan perpindahan pedagang sudah terlalu molor.

Sementara saat ini pihaknya bersama dinas terkait sudah mulai memenuhi permintaan pedagang untuk membuatkan akses jalan masuk ke lapak relokasi.

“Jalan masuk sudah mulai kami keraskan termasuk memenuhi beberapa kekurangan fasilitasyang sebelumnya dikeluhkan pedagang,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Rabu (9/1).

Dijelaskan, Dinas Perdagangan sudah melakukan pengukuran di masing-masing kios di tempat relokasi yaitu kawasan MAJT untuk pemasangan listrik. Adapun lokasi relokasi PKL Barito sementara ada dua tempat.

Di antaranya kawasan MAJT dan di Pasar Barito Baru di Terminal Penggaron yang berbatasan dengan Kabupaten Demak.

“Dari dinas perdagangan juga sudah mengukur untuk kebutuhan listrik di kawasan relokasi. Karenanya kami meminta untuk segera pindah,” katanya.

Dia menambahkan pengerasan jalan di tempat relokasi kawasan MAJT saat ini sudah dilakukan. Karenanya, para PKL diminta untuk segera pindah secara bertahap enam kios dibongkar sejak ada kesepakatan pindah.

Diakui Fajar, selama ini Pemkot Semarang terlalu banyak melakukan diplomasi kepada para PKL di Karangtempel. Sehingga watu perpindahan mereka ke lokasi relokasi menjadi molor.

Karenannya, lanjutnya, hal itu sangat memakan banyak waktu dan kurang efisien.

Akhirnya pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk melakukan pembongkaran 100 kios setiap minggunya mulai akhir pekan ini.

“Karena ini waktunya sudah berkahir. Padahal mereka juga sudah menyepakati untuk pindah di minggu ke empat desember 2018 lalu, namun sampai sekarang belum pindah semua,” ujarnya.

Baca juga: Diduga Diperjualbelikan 15 Kios PKL Taman Indonesia Kaya Disegel

Di samping itu, pihaknya juga sudah melayangkan surat peringatan sebanyak dua kali kepada para PKL unutk segera pindah.

Namun masih tidak dihiraukan. Karenannya, pada pekan ini, surat peringatan ketiga akan dilayangkan ke PKL.

Data Dinas Perdagangan Kota Semarang menyebutkan jika saat ini masih ada 300 kios yang masih bertahan di Kelurahan Karangtempel.

Keberadaan ratusan kios tersebut juga mengganggu proses normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) yang dilaksanakan oleh BBWS Pemali Juana.

“Kalau di pekan depan masih ada yang belum mau pindah sampai tanggal itu belum bergeser, akan kami libatkan OPD terakit untuk bisa membantu membongkar kios. Saat ini BBWS terhambat membangun parapet di Karangtempel, padahal itu untuk antisipasi banjir. Jangan sampai nanti jika parapet belum terbangun dan wilayah tersebut terkena banjir malah jadi masalah baru,” tuturnya.

Ketua Paguyuban PKL Kelurahan Karangtempel Yulianta mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk segera melengkapi fasilitas di tempat relokasi.

Jika memang semua fasilitas seperti akses jalan masuk, listrik dan air sudah siap, pihaknya dengan senang hati akan pindah.

“Karena itu nantinya akan kami gunakan untuk tempat bekerja,” katanya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*