JoSS, SEMARANG – Tol Trans Jawa, Merak – Banyuwangi nyaris operasional penuh. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan ruas Merak – Surabaya bisa tersambung dan melayani arus kendaraan di masa akhir tahun sebelum Natal tiba.
“Sebelum tanggal 25 Desember sudah diaktifkan. Merak sampai Surabaya dulu, tahun depan sampai Banyuwangi,” ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai acara Penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jumat (7/12).
Menhub Budi mengaku dalam waktu dengan akan melakukan pengecekan tol dari Jakarta ke Surabaya guna memastikan kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru. Pengecekan akan dilakukan bersama Meteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
“Saya minggu depan bersama Pak Basuki, kalau tidak Selasa atau Rabu, dari Jakarta menuju Surabaya. Di situ kami akan pastikan kapannya dibuka (operasional),” tutur dia.
Disinggung berapa tarif yang akan dikenakan ke pengguna jalan tol, Budi Karya mengaku belum bisa menyebut. Karena masalah itu lebih ke ranah Kementerian PUPR untuk penentuannya. “Tarifnya nanti Pak Basuki yang tahu,” imbuhnya.
Sementara itu, memastikan keamanan jaringan jalan tol Trans Jawa dari Merak-Surabaya, tim lintas sektoral melakukan pra uji laik fungsi dan keselamatan lalu lintas. Kegiatan itu diikuti jajaran di lingkungan Kemenhub, Kementerian PUPR, Korlantas Polri, unsur Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, serta jajaran direksi di Jasa Marga
Baca juga: PT Jasamarga Bakal Bangun Hotel di 3 Ruas Tol Trans Jawa
Kegiatan pra uji laik fungsi dan keselamatan lalu lintas dimulai dari jalan tol Surabaya-Mojokerto, berlanjut ke Mojokerto-Kertosono, rest area 597 B di Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Jalan Tol Solo-Ngawi, Jalan Tol Semarang-Solo, Jalan Tol Semarang ABC dan pengecekan di Jembatan Kali Kuto yang menjadi bagian Jalan Tol Batang-Semarang.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan, ada sejumlah hal yang ditekankannya terkait konektivitas Jalan Tol Trans Jawa. Salah satunya regulasi yang manyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan
“Nanti beberapa regulasi terkait dua hal itu akan diperbaiki dan ditambah. Tapi aspek keselamatan adalah yang utama,” tegas Budi.
Kemenhub akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, BPJT, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI untuk mendapat masukan mengenai keselamatan, kondisi teknis, fisik jalan tol dan hal terkait lain.
“Bahwa kita tidak main-main, bahwa kita ingin Trans Jawa bisa dilewati saat Natal nanti. Karenanya sangat penting unsur keselamatan bagi pengguna jalan tol,” imbuhnya.
Senada disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani. Baginya, kegiatan susur jalan tol Trans Jawa bersama Kemenhub bukan hanya memastikan uji laik operasi dan kesiapan fisik tapi juga keselamatan pengguna jalan tol.
“Kami concern dengan masalah keselamatan. Kami akan pastikan itu sehingga pengguna jalan akan selamat dan merasa nyaman. Jadi, sekarang isunya adalah keselamatan. Jelang mudik Natal ini, masih ada waktu bagi kami untuk melengkapi semuanya, mulai dari penambahan rambu dan perangkat keselamatan lain-lainnya,” ujar Desi. (Joy/lna)

Leave a Reply