
JoSS, LONDON – Mendiang Freddie Mercury, vokalis Queen, ternyata kerap merasa tak nyaman dengan popularitasnya selama hidupnya. Banyaknya fans fanatic dan hidup bergeliman harta Freddie justru sering merasa kesepian.
Hal itu terungkap dalam sebuah konferensi pers yang melibatkan Lesley-Ann Jones, penulis biografi Freddie Mercury, baru-baru ini.
Sebuah versi yang telah diperbarui terkait buku tersebut dirilis baru-baru ini, mengikuti permintaan publik yang meningkat lantaran beredarnya film Bohemian Rhapsody yang dibintangi Rami Malek sebagai Freddie Mercury.
Dalam wawancara dengan Billboard, Jones mengomentari figur Mercury sebagai ‘pekerja keras yang dipenuhi cinta’. “Saya mengagumi pria itu. Rasanya menegangkan sekali bahwa ada begitu banyak orang yang akan membaca cerita-cerita yang tadinya dihilangkan,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.
Jones juga mengingat Mercury sebagai ‘pria yang sangat sopan, sangat menghormati’.
“Untuk ukuran seorang penampil flamboyan, anehnya dia cukup pemalu. Dia sangat lembut dan baik, tetapi juga bisa mendadak pemberang dan jahat. Kondisi kontradiktif itu yang tak tampak dalam film,” lanjut Jones.
Turut serta dalam tur Queen selama setahun, Jones bisa dibilang cukup mengenal Mercury. Bahkan salah satu kenangannya yang terkuat adalah tentang bagaimana dirinya duduk berdua dengan sang bintang dan berbicara tentang ketenaran.
“Freddie sering tiba-tiba berbicara bagaimana popularitas merusak kehidupannya. Seringkali, dia hanya menginginkan anonimitas dan kenormalan,” ucap Jones.
Di suatu malam di tahun 1986, Mercury dan Jones duduk berdampingan di tepi Danau Geneva di Montreux, Swiss, memandangi air yang tenang dan gelap.
Baca juga: Jelang Akhir Tahun Pemerintah Hentikan Pembangunan 3 Proyek Nasional
“Freddie berbicara tentang merasa dipenjara oleh ketenarannya. Dia mengatakan ingin dikuburkan di sana (di danau) tanpa keriuhan apa pun. Dia tahu hari-harinya sudah dekat. ‘Lemparkan saja saya ke danau (saat saya meninggal)’ katanya,” ungkap sang penulis.
Semasa hidupnya, Freddie Mercury dikenal sebagai seorang vokalis flamboyan dengan aksi panggung mempesona.
Di era 80-an, ketika membicarakan seksualitas masih belum sebebas sekarang, dia mengakui orientasi seksualnya dan pada 1991, dia mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya terserang AIDS, sebuah penyakit yang saat itu masih sangat ditakuti. Mercury meninggal pada 1991.
Sementara itu aktor Rami Malek pemeran Freddie Mercury dalam film Bohemian Rhapsody mengungkapkan totalitas yang dilakoninya demi peran tersebut.
Dalam video promosi bertajuk Becoming Freddie, Malek menuturkan bahwa dia menghabiskan dua hari lebih hanya untuk mencoba berbagai kostum untuk jadi sang legenda.
“Kami menghabiskan sekitar 50 jam di ruang kostum, dengan sepatu berhak platform setinggi empat inci, celana satin paling ketat dan kostum yang terbuat dari Lycra,” ungkap Malek dalam video.
Perjalanan band yang punya banyak hit ini ditutup dengan dramatis setelah meninggalnya sang vocalis. (Wiek/lna)

Leave a Reply