[widget id="text-5"]

Setelah Sriwijaya, Garuda Pertimbangkan Tawaran KSO AirAsia Indonesia

KSO
Ilustrasi | Foto: nikkei asian review

JoSS, JAKARTA – PT Garuda Indonesia, Tbk tengah mempertimbangkan tawaran kerja sama operasional (KSO) PT AirAsia Indonesia. Maskapai milik Malaysia itu dinilai memiliki kekuatan cukup besar di langit internasional.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara mengatakan  mempertimbangkan tawaran itu, Apalagi AirAsia memiliki pangsa pasar yang kuat di penerbangan internasional.

Askhara membenarkan pihak AirAsia Indonesia sudah menawarkan diri untuk bergabung operasionalnya dengan Garuda Indonesia. Menurut Askhara dengan kekuatan AirAsia yang cukup besar di taraf internasional bisa dimanfaatkan untuk mendorong PT Citilink Indonesia melebarkan sayapnya.

“Kekuatan mereka di internasional cukup besar. Kami akan lihat opportunity-nya. Karena AirAisa ini kuat di internasional, jadi kami support juga ke Citilink. Jadi kami terbuka, katanya seperti dikutip dari Bisnis.com, Jumat (21/12).

Seperti diketahui, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) berniat untuk mengikuti jejak Sriwijaya Air untuk merapat ke Garuda Indonesia Group. AirAsia Indonesia telah menawarkan diri untuk melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Garuda Indonesia.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan dalam keterangan tertulisnya menyatakan tengak menjajaki peluang kerjasama dengan Garuda Indonesia.

“AirAsia Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Garuda Indonesia Group dengan mempertimbangkan keunggulan masing-masing maskapai,” katanya.

Dendy juga sepakat dengan pihak Garuda Indonesia, bahwa AirAsia memang cukup unggul dalam penerbangan internasional.

Menurutnya akan menjadi kolaborasi yang baik dengan Garuda Indonesia yang cukup menguasai pangsa pasar domestik.

Baca juga: Operasional Flyover Manahan Butuh Pengaturan Lalu Lintas Menyeluruh

“AirAsia Indonesia merupakan bagian dari AirAsia Group, grup maskapai penyumbang jumlah penumpang internasional terbesar di Indonesia. Sementara Garuda Indonesia Group adalah salah satu yang terdepan untuk segmen pasar domestik,” tambahnya.

Dendy menambahkan, pembicaraan dengan Garuda Indonesia masih dalam tahap awal. Belum ada keputusan yang diambil dari kedua belah pihak.

“Namun demikian, kami terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama yang dapat mendukung perkembangan industri ini,” ucapnya.

Sebelumnya Garuda Indonesia Group melalui anak usahanya PT Citilink Indonesia, mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini direalisasikan dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia (Citilink) dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

KSO tersebut telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018. Nantinya, keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]