JoSS, SOLO – Sedikitnya 250 karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) Nusantara IX berunjuk rasa menuntuk pembayaran hak-hak karyawan yang sudah sekian lama tidak di bayarkan. Aksi digelar di kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Solo, Kamis (6/12).
Para karyawan PTPN IX ini kerjanya tersebar di sejumlah pabrik gula di Jateng seperti Unit Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, PG Gondang Baru Klaten, PG Mojo, Sragen, PG Banjarratma, Brebes, PG Sragi, Pekalongan, PG Sumberharjo, Rendeng, Kudus, serta PG Jati Barang, Tegal .
Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) Nusantara IX Sentot Suparno mengatakan unjuk rasa ini bertujuan untuk menuntut hak karyawan selama bertahun-tahun yang tidak dibayarkan oleh perusahaan. Dia menyebutkan totalnya mencapai Rp9,1 miliar.
Menurut dia, karyawan yang hadir di Jalan Ronggwarsito Solo ini merupakan perwakilan dari jumlah anggota SPBun Nusantara IX mencapai lebih dari 1.700 orang.
Sejumlah tuntutan diajukan yakni: pembayaran pakaian dinas/seragam, uang rapelan, uang cuti, uang penghargaan masa kerja, pembayaran gaji yang tidak tepat waktu, serta himpauan untuk stop impor gula.
“Beberapa kali kami mendesak baik secara lisan maupun tertulis kepada direksi namun hanya diberi janji kalau aset milik PTPN IX terjual baru bisa untuk memenuhi kewajibannya, membayar hak-hak karyawan,” ujarnya Kepada JoSS.co.id di kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di Jalan Ronggowarsito, Solo, Kamis (6/12)
Baca juga: Dongkrak Pusat Bisnis Citywalk Bakal Jadi ‘Malioboro’-nya Solo
Unjuk rasa yang berlangsung selama 4 jam itu akhirnya, perwakilan pengunjuk rasa ditemui oleh direksi PTPN IX yang diwakili Direktur Operasional Satrio di ruang kerjanya.
Satrio menjelaskan saat ini perusahaan tengah mengalami kesulitan keuangan, dan berencana melunasi hak-hak karyawan setelah penjualan aset terealisasi. Namun tanggapan tersebut ditolak oleh SPBun Nusantara IX.
Suparno minta perusahaan tidak sekaligus memenuhi tuntutan karyawan, namun hari ini juga harus ada komitmen perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan.
Akhirnya disepakati, direksi PTPN IX memprioritaskan untuk membayar biaya pakaian dinas/seragam. Selain itu juga dibayarkan cuti tahunan.
Setelah mendapat kepastian kalau direksi bersedia membayar meski menggunakan skala prioritas, akhirnya Suparno keluar dari ruang direksi mengumumkan hasil negosiasi antara wakil pendemo dengan direksi.
\”Teman-teman setelah menunggu cukup lama ada keputusan direksi PTPN IX terkait tuntutan kita yakni direksi PTPN IX memprioritaskan untuk membayar biaya pakaian dinas/seragam. Selain itu juga dibayarkan cuti tahunan,” ujarnya disambut tepuk tangan para pendemo.
Dia menyatakan, untuk membuat manajemen pabrik gula kembali berfungsi baik, maka ada solusi yakni merevitalisasi pabrik, menambah bahan baku tebu, serta membenahi manajemen. (ton/lna)

Leave a Reply