Pengoperasian Jalur KA Rel Ganda dari Solo – Sragen Februari 2019

Sragen
Ilustrasi rel ganda | Foto: google

JoSS, SOLO – Pembangunan jalur kereta api ganda (double track) dari Stasiun Solo Balapan-Stasiun Kedungbanteng Sragen dijadwalkan selesai pada awal 2019 sehingga bisa beroperasi Februari tahun depan. Progres pengerjaan fisik jalur KA sepanjang 42 kilometer itu kini maencapai 95%.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Arif Sujatmoko mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 wilayah Jawa bagian tengah, terus merampungkan proyek pembangunan jembatan jalur rel kereta ganda yang menghubungkan dua daerah yakni  Solo – Sragen.

Dia menambahkan proyek ini dibangun secara bertahap sejak dari 2015. Diharapkan pada awal tahun 2019 proyek sudah selesai. Dengan total panjang 42 km dan memiliki 7 stasiun pemberhentian.

Arif menuturkan jalur rel kereta ganda lintas selatan Jawa segmen Solo-Kedungbanteng yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp1,2 triliun, sepanjang 52 km tersebut ditargetkan Febuari 2019 sudah bisa dipergunakan.

“Sampai saat ini progres pembangunan fisik double track sudah mencapai 95%. Diharapkan nanti awal 2019 sudah selesai dan bisa digunakan,” katanya, belum lama ini, seperti dikutip dari Okezone

Menurut dia, pembangunan rel ganda ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk bisa meningkatkan pelayanan transportasi KA.

Rencananya jalur rel ganda akan digunakan untuk menunjang operasional kereta rute Jakarta-Surabaya maupun Jogja-Solo -Surabaya. Saat ini untuk Solo-Yogyakarta sudah menggunakan rel ganda.

Menurut Arif, ada banyak nilai strategis dalam proyek pembangunan double track jalur kereta api dari Balapan sampai Kedungbanteng.

Baca juga: Yasonna: Regulasi Media Siber Dibutuhkan Tapi Jangan Berlebihan

Salah satunya untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan kapasitas jalur lintas kereta api sehingga terwujud rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna angkutan umum kereta api.

Demikian juga dari sisi ekonomi pembangungan jalur ini pastinya harga jual lahan yang terdampak dalam proyek ini dengan dibangunnya fasilitas naik turun penumpang dari Stasiun Solo hingga Kedungbanteng.

“Kedua berpotensi meningkatkan mobilitas dari masyarakat Sragen, Solo dan Yogjakarta,” ujarnya.

Arif sampaikan dalam proyek doble track dari stasiun Balapan hingga stasiun Kedungbanteng Sragen ada 19 jembatan yang dilewati jalur kereta api dari stasiun Balapan – stasiun Kedung Banteng.

Jembatan yang melewati aliran sungai Bengawan Solo panjangnya bervariasi. Mulai 26, 40 hingga 60 meter.

“Ada 19 jembatan sepanjang jalur rel kereta api mulai dari Stasiun Balapan hingga Satsiun Kedungbanteng Sragen,” ujarnya.

Sedangkan rentang jembatan terpanjang jalur Balapan – Kedungbanteng berada di wilayah Jurug dengan panjang 225 meter. Saat ini proses pembangunan masih terus berjalan.

“Ini yang terbesar panjang 225 meter. Untuk lintasan lain antara 26 meter, 40 meter dan 60 meter. Panjangnya bervariasi,” pungkasnya.

Harapannya setelah difungsikan, nantinya jalur ini akan melayani kereta komuter dari Sragen, Solo dan Yogyakarta minimal 6 kereta per harinya. Selama ini jalur ini hanya melayani kereta jarak jauh, sehingga dengan adanya double track ini kereta komuter bisa melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

“Satu kereta api bisa menampung 200 orang dikalikan 6, bisa mengangkut 1.200 orang per harinya,” lanjutnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*