
JoSS, SEMARANG – Pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) tahap V mencapai lebih dari 85%. Pemkot Semarang terus menggenjot pengerjaan konstruksinya agar selesai sebelum akhir tahun ini.
Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan konstruksi selesai 27 Desember mendatang.
“Proses pembangunan saat ini tengah dalam penyempurnaan fasilitas olahraga bertaraf nasional,” tuturnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (21/12).
Dia menjelaskan, GOR ini memiliki beragam fasilitas olahraga. Mulai dari fasilitas atletik, toilet dan ruang ganti, track pemanasan dan arena panjat tebing. Selain itu juga terdapatgardu pandang untuk pengawasan kegiatan di GOR Tri Lomba Juang. Di samping itu ada pula beberapa sarana penunjang olah raga dan rekreasi lainnya.
Di antaranya lapangan tenis, gedung badminton, lintasan lari, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan tolak peluru serta loop arena dan 22 pujasera. Dengan progres yang terus berjalan saat ini, Irwansyah optimistis proyek pembangunan tahap V senilai Rp7,3 miliar ini bisa selesai sesuai target.
“Kami berharap bisa selesai dan bisa digunakan untuk perlombaan tingkat nasional. Sesuai harapan Pak Wali, selain untuk olahraga, GOR Tri Lomba Juang ini juga bisa untuk lokasi rekreasi,” harapnya.
Baca juga: Logistik Pemilu Beres , Bawaslu : Simpan Di Area Bebas Banjir
Ia menambahkan, GOR Tri Lomba Juang diperuntukkan bagi semua warga dan setiap orang yang masuk tidak boleh dipungut bayaran. Nantinya GOR Tri Lomba Juang akan mengusung konsep mendekatkan masyarakat.
“Makanya GOR ini dibuka untuk masyarakat umum secara gratis. Publik bisa mengaksesnya untuk berolahraga dan berekreasi,’’ katanya.
Irwansyah menegaskan, setiap warga boleh menggunakan fasilitas yang ada di GOR Tri Lomba Juang, karena tempat itu memang diperuntukkan bagi semua warga dan tidak boleh dipungut bayaran.
Seperti diketahui, pembangunan GOR TLJ sudah dimulai sejak 2012 lalu. Namun dalam pembangunan tahap I, terjadi kendala dimana kontraktor pelaksana tidak mampu merampungkan target yang dibebankan.
Dilanjutkan tahap berikutnya, meliputi pembangunan GOR, lapangan tenis dan sebagainya. Setelah itu kembali dilanjutkan ke pembangunan lapangan, pujasera serta fasilitas pendukung lain seperti Mechanical Engineering (ME) dan lapangan parkir.
Baru di tahun inilah pembangunan GOR TLJ sempurna dan dapat sepenuhnya dimanfaatkan warga. Adapaun untuk pemanfaatan dan pengelolaan, nantinya akan diserahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang. (gus/lna)

Leave a Reply