
JoSS, SEMARANG – Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang menggenjot pembangunan sejumlah proyek sebelum tutup tahun 2018, di antaranya gedung parkir delapan lantai dengan kapasitas 300 unit mobil di kompleks Balaikota Semarang.
Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan progres pembangunannya kini sudah mencapai 85% dan diperkirakan selesai pada 28 Desember 2018. Dia menjelaskan tahap akhir yang dilakukan kontraktor saat ini adalah pemasangan lift dan genset. Nantinya jika sudah terinstal akan semakin mendekati 100%.
“Progres pengerjaan gedung parkir 8 lantai di Balai Kota Semarang sudah memasuki 85%. Dan di targetkan pekerjaan ini rampung pada 28 Desember mendatang,” katanya kepada JoSS.co.id di Semarang, Selasa (18/12).
Lebih lanjut, Agus menjelaskan gedung parkir 8 lantai tersebut terhubung dengan gedung parkir lama (roda dua) yang dikerjakan tahun lalu, dan saat ini dalam tahap finishing. Nantinya, gedung parkir tersebut dapat menampung sebanyak 1300 motor, dan 300 kendaraan roda empat.
“Basement nanti diperuntukan untuk sepeda motor. Kami optimistis pekerjaan ini selesai tanggal 28 Desember nanti. Karena saat ini tinggal finishing,” imbuhnya.
Baca juga: Resmi Dibuka Saloka Theme Park Diskon Hingga Akhir Tahun
Adapun pengerjaan lain yang sudah rampung dan masih dikebut, ada beberapa. Pekerjaan yang belum selesai menjadi target penyelesaian di tahun 2019 mendatang seperti Gedung DKK dan fasilitas parkir Terminal Terboyo.
Beberapa proyek yang dikerjakan sampai akhir tahun ini di antaranya, pembangunan Pasar Johar tahap II dengan nilai kontrak Rp 47 miliar. Saat ini proses pengerjaan Pasar Johar tahap II ini masih 77,53%, diharapkan bisa rampung sampai akhir tahun 2018 ini.
Lalu, pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor yang sudah selesai 100% dengan nilai kontrak senilai Rp 4 miliar, pembangunan Plaza Pertunjukan Desa Wisata Kandri senilai Rp 5 miliar, roses pembangunan Plaza tersebut, kata Agus, masih mencapai 55,40%.
Juga, pembangunan Terminal Desa Wisata Kandri yang proses pembangunan sudah 100% dengan nilai kontrak mencapai Rp 4 miliar. Kemudian ada pembangunan GOR Tri Lomba JuangTahap V dengan nilai kontrak Rp 7 miliar dengn progress fisik mencapai 80%. Pembangunan parkir Balai Kota Tahap II dengan nilai kontrak Rp 47 miliar, sudah mencapai 85%, pembangunan Pasar Kembang Tahap III dengan nilai kontrak Rp 10 miliar dengan progress fisik 85%.
Selain itu, pembangunan di tahun 2018, antara lain, pembangunan Sport Center di 16 kecamatan. Pembangunan Sport Center menyediakan lapangan futsal menggunakan rumput sintetis. Yaitu, lapangan futsal di kelurahan Salaman Mloyo, keluarahan Lamper Tengah, kelurahan Gayamsari, kelurahan Jrakah, kecamatan Tembalang.
Sebelumnya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku telah turun lapangan meninjau langsung sejumlah proyek pekerjaan yang dikhawatirkan molor penyelesaiannya sampai batas kontrak berakhir. Bahkan dia yakin serapan anggaran dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa lebih dari 90% pada awal Desember lalu.
“Kami yakin semua proyek pekerjaan yang saat ini berjalan bisa selesai sampai akhir 2018. Selain meninjau langsung pekerjaan yang dikeluhkan dan terindikasi molor, kami juga memerintahkan kepada seluruh OPD untuk melakukan percepatan mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan. Setiap bulan kami evaluasi,” kata Hendi. (gus/lna)

Leave a Reply