JoSS, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan adanya rencanya pengembangan Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi menjadi kawasan hiburan Desneyland, dengan nilai investasi Rp3 triliun dari Tiongkok.
Menurutnya, rencana Tiongkok ini disambut positif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena sebagai upaya optimalisasi pembangunan provinsi pariwisata.
“Ada rencana investasi Rp3 triliun untuk bikin kawasan wisata di Jababeka Cikarang jadi seperti Disneyland. Itu investasinya dari Tiongkok karena sejalan dengan semangat provinsi pariwisata,” kata Ridwan Kamil di Bandung Jawa Barat, Jumat (7/12) kemarin seperti dirilis Viva.co.id.
Menurutnya, Cikarang mempunyai ketersediaan lahan yang layak untuk mendirikan wisata tersebut.
“Kan lahannnya masih ada 1.000 hektare kosong. Konsepnya enggak tahu, baru niat bisnis saja belum ke teknis,” ujarnya.
Ridwan Kamil menjelaskan, rencana tersebut harus diapresiasi dan jangan dinilai negatif adanya keikutsertaan asing dalam mengoptimalkan pembangunan Jawa Barat.
“Kalau saya sebagai gubernur mah welcome, karena sejalan dengan visi pariwisata. Pariwisata kan ada pariwisata alami ada pariwisata buatan, Disneyland kan (pariwisata) buatan,” tuturnya.
Baca juga: Tol Salatiga-Kartasura Diresmikan 15 Desember
Ridwan Kamil, mengimbau semua pihak jangan tertutup dalam keikutsertaan asing dalam program pembangunan.
Salah satunya yaitu dengan rencana pembangunan Disneyland di Cikarang dengan modal investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) senilai Rp3 triliun.
“Intinya Dubes Tiongkok menyampaikan minat untuk berinvestasi di Jawa Barat sebagai provinsi terbesar. Tentu saya tangan terbuka dan media juga kita harus lawan xenophobia ya, seolah-olah kalau ada asing itu (negatif), tolong dihindari,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung, Jawa Barat.
Menurutnya, kerja sama dengan negara lain selama itu ditujukan untuk kepentingan masyarakat memang perlu dilakukan.
“Kita ini hidup bertetangga, perlu relasi dengan negara (luar) jangan ada sentimen-sentimen yang tidak perlu selama untuk kesejahteraan rakyat Jawa Barat. Selama caranya baik, enggak usah mengkotak-kotakan,” katanya.
Lebih lanjut Ridwan Kamil menilai, pembangunan kawasan wisata di tengah lokasi industri bukan hal yang tidak diperbolehkan.
“Disebut kawasan itu kan multifungsi dominasinya industri, bukan berarti tidak ada sekolah bukan berarti tidak boleh ada rumah, bukan berarti tidak boleh ada mal dan rekreasi hanya persentasenya secukupnya,” tuturnya. (Wiek/lna)

Leave a Reply