Wah Ga Sabar, Film Keluarga Cemara Bakal Tayang Perdana di Jogja 

Keluarga cemara
Film Keluarga Cemara | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Sebuah kisah drama yang pernah hits di era 80an bakal di film kan. Ya, bagi anda yang tumbuh di era tersebut kisah Keluarga Cemara tentu tak asing dengan kenangan kita.

Film yang sarat dengan nasehat dan keharmonisan keluarga itu akan ditayangkan perdana di Jogja. Tepatnya dalam festival film tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF). Sedang penayangannya di seluruh bioskop Indonesia pada 3 Januari 2019 mendatang.

Penayangan perdana itu untuk berkompetisi dalam kategori Indonesian Screen Awards (ISA). Anggia Kharisma selaku produser film mengaku sangat bersemangat begitu mengetahui kabar baik itu.

Hal itu dikatakan Anggia dalam acara screening film Keluarga Cemara sekaligus jumpa pers Jogja-Netpac Asian Film Festival di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) seperti dilansir Kompas.com.

“Saya sebenarnya excited banget, kita dapat surat yang menyatakan bahwa film Keluarga Cemara masuk kategori JAFF ISA dan kita akan berkompetisi di dalamya bersama film lain,” kata Anggia.

Baca juga: Berburu Jajanan Tempo Dulu Di Pasar Kebon Watu Gede

Film garapan rumah produksi Visinema Pictures itu dapat disaksikan lebih cepat dari jadwal. Festival film yang telah memasuki episode ke-13 itu akan digelar di sejumlah lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 November hingga 4 Desember 2018.

Festival director Ifa Isfansyah, menuturkan bahwa film Keluarga Cemara dinilai cocok untuk mengikuti JAAF. “Tahun ini setelah ada Marlina, tahun ini Keluarga Cemara. Menurutku jadi konten yang sangat pas. Tema-tema keluarga ini selama 14 tahun selalu jadi pondasi film-film Asia,” ucapnya.

Keluarga Cemara, yang tadinya “menetap” di layar kaca dalam sinetron seri Keluarga Cemara (6 Oktober 1996 hingga 30 Oktober 2005), akan pindah “tempat tinggal” ke layar lebar. Film Keluarga Cemara itu disutradarai oleh Yandy Laurens.

Nilai-nilai kesederhanaan dan kehangatan dalam sinetron seri tersebut membuat penulis Gina S Noer serta pasangan suami istri sutradara Angga Dwimas Sasongko dan produser Anggia Kharisma terpikat untuk membuat film itu.

Menurut mereka, nilai-nilai tersebut kurang muncul di layar lebar Indonesia kini. Anggia Kharisma, yang menaruh perhatian pada isu-isu mengenai penguatan peran perempuan, berpendapat pula bahwa dalam cerita Keluarga Cemara karakter-karakter Emak dan Euis tidak kalah penting dari karakter Abah.

Siaran pers tertulis yang diterima oleh Kompas.com pada Senin (20/8) juga menerangkan bahwa ide pembuatan film tersebut lahir ketika Gina S Noer berdiskusi dengan Angga Dwimas Sasongko dan Anggia Kharisma. Mereka bertemu untuk membicarakan kemungkinan membuat film baru.

Film tersebut akan menjadi film terpanjang yang pernah digarap oleh Yandy Laurens, sutradara yang pernah meraih Piala Citra untuk film pendek terbaik Wan An (2012) dan menggarap webseries Sore (2017). (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*