JoSS, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mengajukan pinjaman kepada China dan Korea Selatan untuk membiayai proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 26.80 kilometer. Bangunan ini juga berfungsi sebagai tanggul laut.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan pihaknya tengah mengusulkan pinjaman luar negeri senilai Rp3,50 triliun untuk membiayai dukungan tunai pemerintah atau viability gap fund pada proyek jalan tol Semarang – Demak
Dia mengatakan bahwa usulan pinjaman tersebut sudah diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk dimasukkan dalam daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri atau green book 2019.
Dana Rp3,50 triliun tersebut, katanya, akan digunakan untuk mendanai kewajiban pemerintah dalam proyek itu, yakni pembangunan tanggul sepanjang 8 kilometer.
Sementara itu, sisa pembangunan tanggul akan dilakukan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yang terpilih dalam proses lelang yang saat ini baru dalam tahapan prakualifikasi.
“Kami sudah ajukan ke Bappenas, sedang menunggu respons. Pinjaman rencananya kami propose ke China, tetapi ada juga yang menawarkan dari Korea [Selatan],” kata Sugiyartanto seperti dikutip dari Bisnis.com, belum lama ini.
Baca juga: Kades Keluhkan Ribetnya LPJ Dana Desa ke Jokowi
Menurut dia Viability gap fund merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada proyek dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial proyek.
Nilai VGF yang diajukan tersebut jauh lebih kecil dari perkiraan kebutuhan untuk mendukung proyek tersebut pada awal tahun lalu, sekitar Rp10 triliun—Rp11 triliun.
Secara total, Sugiyartanto memperkirakan total nilai investasi proyek yang juga bertujuan untuk mengatasi rob tersebut sekitar Rp13 triliun—Rp15 triliun, jauh lebih rendah dari perkiraan awal untuk kebutuhan proyek ini sekitar Rp20 triliun—Rp21 triliun.
Turunnya perkiraan investasi tersebut salah satunya karena sebagian kebutuhan lahan sudah tersedia.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan lelang tol Semarang-Demak selesai tahun ini. Pembangunan tol sepanjang 27 kilometer tersebut sebagai penahan pasang air laut atau rob.
Bagi Kota Semarang dalam upaya penanganan banjir di wilayah timur, tol yang juga berfungsi sebagai tanggul laut ini menjadi infrastruktur yang mendesak untuk dikerjakan.
“Untuk prosesnya sendiri Tol laut Semarang-Demak pada bulan-bulan ini akan segera dilelangkan, saya menyaksikan sendiri dari Kementrian PUPR sudah menyerahkan sebuah draft kepada pemrakarsa pembangunan jalan tol untuk dilakukan tahun ini,” kata Hendi. (lna)

Leave a Reply