JoSS, SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara serentak terus melakukan pembersihan dan menyisir lokasi pemasangan poster dan baliho “Jokowi Raja” yang beredar di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya belum akan membawa kasus ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan masih akan terus menyelidiki siapa yang menginstruksikan pemasangan poster yang dinilai melecehkan calon presiden Joko Widodo tersebut.
“Kami belum akan membawa kasus ini ke Bawaslu, kami akan bertempur di level underground saja,” katanya kepada JoSS.co.id, Selasa (13/11).
Dia menegaskan telah mengerahkan semua kader dan relawan untuk membersihkan gambar yang diperkirakan mencapai puluhan ribu poster, baik yang ditempel pada moda transportasi, pohon maupun di gang-gang di pedesaan.
“Indikasinya bisa mencapai 80.000 an poster, belum yang baliho. Kami terus melakukan pembersihan di semua tempat,” ujarnya.
Bambang menuturkan, laporan dari Purwokerto puluhan satgas PDIP melakukan pencopotan poster yang menempel di ratusan angkutan kota.
Baca juga: Bali Munculkan Destinasi Digital Peken Edelweis
“Pencopotan sticker bergambar ‘Jokowi Raja’ yang ditempel pada angkutan kota di Purwokerto jumlahnya 100 an lebih untuk pagi ini, dan kami akan terus mengoperasi,” tuturnya.
Seperti diketahui, ribuan poster bergambar calon presiden nomer urut 1 Jokowi dicopoti oleh kader PDI Perjuangan di Purworejo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, dikutip dari Detik.com, seluruh kader PDIP Purworejo melakukan operasi pencopotan poster bergambar calon presiden Joko Widodo. Para kader menyisir tempat-tempat umum, terminal, hingga ke pelosok desa untuk mencopot gambar Jokowi yang mengenakan pakaian raja lengkap dengan mahkota itu.
Ketua DPC PDIP Purworejo, Luhur Pambudi, mengatakan pencopotan dilakukan karena pada gambar tersebut dinilai telah melecehkan Jokowi. Disinyalir, ribuan gambar yang juga menyertakan logo banteng dan nomor urut partai itu dipasang oleh pihak lawan politik.
“Instruksi dari DPD (Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jateng) agar gambar tersebut segera diturunkan. Itu gambar melecehkan Jokowi, di era demokrasi tidak ada raja-raja yang ada hanya di pentas seni ketoprak, masa disamakan dengan raja ketoprak, ini teknik memecah belah antarpartai dan calon presiden kita.
Terindikasi gambar tersebut dipasang oleh lawan politik untuk menjatuhkan citra calon presiden dari PDIP,” katanya.
Luhur menambahkan, pihaknya tidak hanya mencopot poster-poster tersebut namun akan mencari siapa yang memasang dengan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan dan nantinya akan dilanjutkan dengan proses hukum.
“Kita cari bukti-bukti bahwa itu yang pasang bukan pihak PDIP karena jelas tidak ada pemberitahuan dan izin terkait pemasangan gambar tersebut. PDIP tidak pernah mendesain gambar seperti itu. Ini juga pelanggaran hukum karena membawa logo partai tanpa izin. Nanti tetap akan kami proses secara hukum siapa pelakunya,” lanjut Luhur.
Pihaknya juga mengimbau agar para sopir angkot maupun bus yang terlanjur memasang poster bergambar calon presiden nomor urut 1 itu untuk segera melepasnya tanpa harus berbenturan dengan kader PDIP.
Poster yang berhasil dicopot nantinya akan dikumpulkan di posko kemenangan Jokowi-Amin. (lna)

Leave a Reply