Kalah Pamor, K-POP Bikin Musik Tanah Air Lesu

K-pop
K-Pop | Foto: Lifehack

JoSS, JAKARTA – Industri musik tanah air dinilai lesu, salah satu penyebabnya adalah berkembangnya musik asing di Indonesia. Apalagi dengan maraknya musik-musik K-pop seperti saat ini.

Anang Hermansyah menilai jika permusikan Tanah Air masih lesu. Komentar tersebut dingkapkan terkait rencana digelarnya Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang rencananya dihelat Kemendikbud pada Desember mendatang.

Menurut Anang, ajang lima tahunan yang kini usianya seabad itu dinilai belum mampu memajukan permusikan di Indonesia.

“Seni adalah salah satu objek pemajuan kebudayaan yang di dalamnya terdapat musik. Pengamatan saya, dalam satu dekade terakhir ini terbukti lesu darah,” ujar Anang belum lama ini.

Berkembangnya musik barat dan K-Pop dinilai menjadi salah satu penyebab kelesuan musik tersebut hingga berakibat pada lunturnya citra musik Indonesia.

Apalagi di era digitalisasi, masyarakat sangat mudah mengadop musik-musik luar.

“Saya berharap, KKI bisa menghasilkan rumusan konkrit, aplikatif yang bisa menunjang pemajuan kebudayaan, tak terkecuali dalam urusan musik di Indonesia. Di samping meningkatkan kemajuan permusikan, perfilman dan besarnya kreatif industri,” tegasnya.

Anang berharap kegiatan kongres harus difokuskan pada pengelolaan dan pemajuan kebudayaan nasional. Apalagi ada anggapan kegiatan yang dilaksanakan biorkrasi hanya sekadar formalitas dan penyerapan anggaran.

“Saya berharap, ada dampak turunan yang konkrit atas pemajuan kebudayaan di Indonesia yang dihasilkan dari pelaksanaan KKI itu. Kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia harus dijadikan triger untuk kemajuan sumber daya manusia Indonesia di tengah globalisasi serta perkembangan digital yang begitu masif,” pungkasnya.

Baca juga: Rawan Pelanggaran Dishub Pasang GPS di Angkutan Batik Solo Trans

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar KKI pada Desember mendatang.

Sebulan sebelum pelaksanaan, Kemendikbud memanggil para ahli dan pelaku budaya dalam agenda prakongres, yang berlangsung di Jakarta pada 4-6 November 2018.

K-Popendiri merupakan kepanjangannya Korean Pop (Musik Pop Korea), adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara.

Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.

Musik pop Korea pra-modern pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea.

Penjajahan Jepang atas Kore juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*