JoSS, JAKARTA – Meninggalnya Stan Lee si-legenda Marvel cukup menggemparkan jagad hiburan. Stan Lee meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun pada hari Senin (12/11) kemarin waktu setempat.
Stan Lee memiliki perawakan yang begitu kurus, bisakah seseorang dengan perawakan seperti itu terkena penyakit diabetes?
“Bisa iya bisa tidak sih, kalau ada orang yang terkena diabetes sampai umur 95 tahun itu sudah bonus,” jawab dokter spesialis penyakit dalam, Prof dr Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE saat ditemui di sela-sela acara di Barito, Jakarta Selatan, Selasa (13/11) seperti dirilis Detik.com.
Pada seorang lansia yang mengidap diabetes, target pengobatannya pun pasti berbeda dengan orang pada usia lebih muda. Terlebih lagi pada lansia yang juga mengalami gangguan penyakit lain.
“Jadi begini, memang umur makin tua bisa saja terkena berbagai penyakit, termasuk diabetes. Artinya buat target kita (dokter) itu sudah beda,” lanjutnya.
Prof Sidar, panggilan akrabnya, menambahkan pemberian insulin lebih sering digunakan daripada pemberian obat untuk pengobatan diabetes pada lansia.
Insulin berperan penting dalam tubuh kita untuk mengubah gula(glukosa) dari karbohidrat yang kita konsumsi menjadi energi, dan juga berfungsi menyimpan glukosa untuk keperluan di waktu mendatang. Menjaga fungsi insulin sangat penting untuk mengendalikan kadar gula darah tubuh supaya tidak melonjak terlalu tinggi atau turun terlalu rendah.
Dengan disuntiknya insulin ke tubuh kita (terutama yang terkena gejala diabetes) akan mencegah kadar gula darah meningkat di tubuh kita.
Baca juga: Film Dokumenter Karya Sineas Lokal Banyumas Tembus Layar Lebar
“Saya punya cerita, ada pasangan suami istri. Si suami terkena penyakit gula dan tidak mau disuntik dengan insulin, si istri ngomel mulu. Selang berapa minggu si suami mau disuntik dan efek setelahnya dia sembuh dan si istri langsung memuji saya. Itulah kenapa suntik insulin penting untuk mencegah diabetes,” kata Prof Sidar.
Setiap sel di dalam tubuh memerlukan gula untuk bekerja secara optimal. Namun, sayangnya sel-sel tidak dapat langsung mengubah gula menjadi energi.
Dengan kata lain, insulin inilah yang penting terhadap tubuh kita untuk mengubah gula yang kita makan menjadi energi. Kalau tidak ada hormon insulin ini, gula hanya berputar-putar saja di dalam darah.
“Manfaatnya itu tadi, memasukkan glukosa ke dalam sel dan menjadi energi. Nah tubuh kita juga memerlukan energi. Otak kita kalau kekurangan gula dan tidak dikasih insulin bisa telat mikir bahkan bego beneran,” tutur lagi. (Wiek/lna)

Leave a Reply