JoSS, SEMARANG – Pentas budaya perdana di Taman Indonesia Kaya Sabtu (27/10) malam benar-benar menggegerkan masyarakat Semarang, Jawa Tengah.
Ribuan orang tumpah ruah di taman yang dulunya bernama Taman KB itu, hingga meluber ke ruas jalan.
Banyolan-banyolan segar para pemain, terutama Cak Lontong, Marwoto, dan Butet, tak henti menggelitik urat geli penonton hingga tertawa terpingkal-pingkal. Pentas makin semarak dengan atraksi kembang api yang meluncur di atas panggung dan kerumunan penonton.
Pementasan sendiri dibuka dengan tembang-tembang bernada kritis yang dibawakan gamelan Kuaetnika pimpinan Djajuk Ferianto.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober lalu oleh Pemerintah Kota Semarang dan Bakti Budaya Djarum Foundation, kini masyarakat dapat berkunjung dan menikmati fasilitas yang tersedia di Taman Indonesia Kaya, termasuk pertunjukan di dalamnya secara gratis.
Taman seluas 5000 meter persegi ini merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang ditujukan sebagai wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni.
“Sebagai komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan dan melestarikan seni budaya Indonesia, kami akan menyelenggarakan pertunjukan panggung budaya dan seni yang dapat dinikmati masyarakat setiap satu bulan sekali.
Sebagai pementasan perdana di Taman Indonesia Kaya, hari ini (tadi malam) kami menggandeng para seniman dan sejumlah kelompok seni untuk mempersembahkan lakon Misteri Sang Pangeran ,” ucap Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian seperti dirilis Koran Sindo.
Baca juga: Seabad MPN, Jutaan Lembar Media Cetak Diubah Format Digital
“Misteri Sang Pangeran” berkisah tentang sebuah negeri yang banyak mengalami gangguan. Hingga muncullah dua orang pangeran yang berhasil mengatasi para pengganggu tersebut.
Namun ada yang menghasut baginda raja agar memberi hukuman bagi dua pangeran itu. Dua pangeran pun akhirnya difitnah, kisah cintanya dengan sang putri pun terhalang sebuah syarat, yaitu membangun taman indah dalam satu malam.
Namun, berkat bantuan rakyat yang mendukung dua pangeran dan kesaktiannya, akhirnya dua pangeran itu dapat mempersembahkan taman untuk sang putri.
Tak hanya itu, terungkap pula bahwa pangeran itu adalah anak baginda raja yang ketika bayi dibuang ke hutan oleh adipati yang diam-diam ingin menguasai kerajaan.
Raja pun bahagia karena kerajaan menjadi punya taman. Taman yang indah, taman yang kemudian menjadi lambang persatuan dan kerukunan, yang kemudian dinamakan Taman Indonesia Kaya.
Pementasan “Misteri Sang Pangeran” menampilkan Prie GS, Butet Karta redjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Sruti Respati, Sahita, Hargi Sundari, Novi Kalur, Rio Srundeng, Semarang Magic Community, Sanggar Greget Semarang, Jagoan- Jagoan Jawa Tengah, Teater Djarum, serta iringan musik dari Djaduk Ferianto dan Kuaetnika. (wiek/lna)

Leave a Reply