JoSS, JAKARTA – PT Jasa Marga mengumumkan jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu) sudah bisa dilewati gratis mulai hari ini Sabtu (27/10). Demikian dikutip dari informasi akun resmi Instagram Jasa Marga, Jumat (26/10/2018).
Jasa Marga merupakan operator Jembatan Suramadu sejak 2014 lalu. Pembebasan tarif akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
“Pembebasan Tarif Jembatan Tol Suramadu ini tentunya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan BUMN untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” tulis keterangan tersebut.
Pembebasan tarif ini sendiri dilandasi oleh payung hukum Peraturan Presiden. Dengan dibebaskannya tarif Jembatan Suramadu, maka biaya pemeliharaan jembatan akan ditanggung oleh APBN.
Sebelumnya, tarif Jembatan Tol Suramadu disebut kemahalan. Pendapat tersebut datang dari para tokoh masyarakat yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi saat bertemu dengan istri mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah.
“Beliau-beliau memberikan masukan mengenai keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu. Dulu sebetulnya dari Rp 30 ribu suda dipotong Rp 15 ribu yang sepeda motor dibebaskan. Tapi memang dampak terhadap ekonomi belum kelihatan. Beliau-beliau mengusulkan agar ditinjau kembali,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Jembatan Tol Suramadu menjadi satu-satunya penghubung jalur darat Surabaya dan Madura yang sebelumnya hanya tersedia di jalur laut. Jembatan tol Suramadu sempat diturunkan tarifnya dan tarif untuk kendaraan sepeda motor sudah dibebaskan.
Baca juga: Pekerja Ingin UMK 2019 Kota Semarang Rp2,8 Juta
Pada awal jembatan ini dibuka dan dikomersialkan, tarifnya yang mencapai Rp 30 ribu untuk kendaraan golongan I membuat jembatan ini menjadi jalan bebas hambatan dengan tarif termahal di Indonesia.
Sementara itu, kebijakan terkait pembebasan biaya tol Suramadu bakal mempengaruhi jalur penyeberangan kapal di Pelabuhan Kamal, Madura. Moda transportasi laut itu terancam ditinggalkan.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Atmawidjaja memastikan akan ada pergeseran moda transportasi ketika tol Suramadu digratiskan. “Sebelum ada jembatan (Suramadu) semua menggunakan Pelabuhan Kamal, kemudian setelah ada jembatan akan terbagi,” ucap Endra.
Masyarakat, kata Endra, akan punya pilihan dalam menggunakan moda transportasi yang dinilai lebih efisien. “Sebagian yang menganggap lebih efisien lewat tol maka akan lewat tol, dan sebagian yang menganggap bahwa (Suramadu) itu terlalu mahal maka akan tetap menggunakan kapal. Artinya ada pilihan,” kata dia.
Jika nanti Suramadu digratiskan, sambung Endra, kemungkinan besar mayoritas masyarakat akan beralih menggunakan Jembatan Suramadu dan tidak lagi melewati angkutan laut. “Saya kira itu umum terjadi, hukum alam ya seperti itu. Nanti untuk Pelabuhan Kamal akan dialihfungsikan atau ditutup saya belum tahu,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply